Selasa, 13 Agustus 2013

Olimpiade Online Nasional Habibie - Ainun Award 2013

Dalam proses meningkatkan kualitas pendidikan dan memacu semangat belajar siswa, Geschool.net jejaring sosial yang berbasis edukasi bersama orbit digital.net bermaksud menyelenggarakan suatu event akbar yang dapat diikuti secara masal memperebutkan tropi “Olimpade Online Nasional 2013 Ainun Habibie Award”.

Event ini bermediakan koneksi internet yang ditujukan bagi siswa-siswi di seluruh Indonesia. Event yang akan dirilis pertama kali di Indonesia ini berjudul “Olimpiade Online Nasional”. Terkait dengan rundown event “Olimpiade Online Nasional” akan dilaksanakan mulai bulan September 2013, berikut pemeraan event selengkapnya. 

Pendaftaran : 15 Juli - 30 September 2013
Penyisihan Kabupaten : 1 - 19 Oktober 2013
 Penyisihan Provinsi :21-26 Oktober 2013
 Semi Final : 28 Oktober - 2 November 2013
 Final : 11-15 November 2013
 Penganugerahan: 30 November 2013

 Event ujian online akan dilaksanakan secara nasional, serempak pada tiap-tiap sekolah (SD, SMP, dan SMA sederajat) dengan penataan jadwal pengerjaan soal olimpiade menyusul. Ujian yang diselenggarakan bersifat komulatif (tim) dengan berbagai mata pelajaran pada tiap jenjang pendidikan dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia. Peserta Olimpiade Online Nasional merupakan sekelompok siswa perwakilan dari sekolah dan saling berkompetisi dengan sekolah-sekolah setingkat di seluruh Indonesia.

Berikut rincian pengelompokkan peserta tersebut.
 Maks. 10 Siswa (1 tim) untuk SD
Maks. 10 Siswa (1 tim) untuk SMP
Maks. 10 Siswa (2 tim) untuk SMA (terdiri atas tim IPA & IPS)

 Mata pelajaran yang akan diujikan dalam tiap kategori yaitu.
 Jenjang SD sederajat : Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Sosial
Jenjang SMP sederajat : Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris
Jenjang SMA IPA sederajat :Matematika IPA, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris
Jenjang SMA IPS sedarajat : Matematika IPS, Ekonomi, Geografi, Sejarah, Sosiologi, B. Indonesia, dan Bahasa Inggris

Untuk kontribusi atau pendaftaran peserta sebagai berikut.
 Kategori SD sederajat : Rp. 75.000/tim
Kategori SMP sederajat : Rp. 100.000/tim
 Kategori SMA IPA : Rp. 125.000/tim Kategori SMA IPS : Rp. 125.000/tim

Kontribusi tersebut dapat disalurkan pada pihak panitia (guru) event Olimpiade Online Nasional yang ada di tiap kabupaten/ kota Anda dengan menyatakan keikutsertaannya dalam olimpiade (nama sekolah dan nama akun geschool.net bagi guru koordinator tim). Pada ranah tahapan, alur kompetisi ini terdiri dari tiga tahapan, dimulai dari tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. Bagi sekolah yang mampu lolos pada tahap pertama dapat melaju pada tahap kedua, demikian pula selanjutnya.

Telah disediakan berbagai hadiah menarik bagi para peserta yang masuk ke dalam kelompok 3 pemenang pada tiap kategori (3 SD terbaik, 3 SMP terbaik, 3 SMA IPA terbai, 3 SMA IPS terbaik). Perincian hadiah-hadiah bagi para pemenang dan ketentuan lain terkait OON (Olimpiade Online Nasional) dapat dibaca di Link berikut Ketentuan Pelaksanaan Olimpade Online Nasional 2013 Ainun HabibieAward Sekolah yang berminat mengikuti Olimpiade Online Nasional dapat mendaftar melalui www.orbitdigital.net atau melalui panitia di Kabupaten/Kota masing- masing.

Setidaknya dibutuhkan satu orang guru sebagai koordinator pada satu sekolah. Guru tersebut akan menjadi penghubung antarpeserta dengan panitia penyelenggara. Maka dari itu, dihimbau bagi para guru koordinator tim memiliki akun geschool.net. Dengan event ini diharapkan siswa-siswi lebih dapat meningkatkan motivasi belajar sehingga mampu menjadi generasi yang cemerlang bagi Indonesia. Informasi daftar panitia di tiap kota atau kabupaten akan disampaikan kembali pada artikel selanjutnya. Tetap semangat dan persiapkan diri Anda untuk menjadi salah satu peserta dalam event Olimpiade Online Nasional. Info kiriman Sani Iskandar via Facebook web penyelenggara: http://www.geschool.net
Selengkapnya...

Senin, 08 Juli 2013

Mau melanjutkan studi di Malaysia?? Musti tau ini dulu.... !

Yang pertama, di Malaysia terdapat sekitar 56 perguruan tinggi yang termasuk kategori universitas dan kolej-university yang biasanya boleh menerima mahasiswa asing (international student). Dari 56 perguruan tinggi ini 20 diantaranya adalah universitas negeri (istilah disini Institusi Pengajian Tinggi Awam atau IPTA), dan sisanya adalah perguruan tinggi swasta (atau IPTS). Universitas negeri (IPTA) tersebut tersebar di setiap negara bagian dan biasanya menggunakan nama Malaysia di namanya yang berfungsi sebagai label dan merk (misal seperti Universitas Malaysia Perlis, Universitas Malasia Sabah, Universitas Kebangsaan Malaysia dll) dan tentu supaya terasa kenal lebih dekat (bandingkan kalau pake nama “Perlis” atau “Sabah” saja, tentu tidak begitu dikenal).

 Mutu universitas negeri di Malaysia termasuk bagus dan dikontrol oleh pemerintah, jadi bila memang berminat studi pilihlah yang IPTA ini. Namun, terdapat lima universitas negeri yang merupakan universitas terbaik di Malaysia, yaitu Universiti Malaya, Universiti Sains Malaysia, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Putra Malaysia dan Universiti Teknologi Malaysia. Kelima universitas tersebut juga mendapat pengakuan sebagai universitas riset yang menunjukkan produktivitas mereka dalam riset ilmiah dan publikasinya.

Untuk mengetahui prosedur seleksi menjadi mahasiswa di universitas di Malaysia, cara yang paling bagus adalah mengecek melalui website resmi mereka, misal untuk yang di UTM bisa dicapai disini (http://www.utm.my/prospectus/). Informasi dalam website resmi perlu diketahui karena proses dan persyaratan seleksi bisa berubah sesuai dengan kebijakan masing-masing universitas. Misalnya, satu waktu dahulu untuk masuk ke satu universitas negeri di Malaysia tidak perlu menyertakan hasil test kemampuan bahasa Inggris (seperti TOEFL dan IELTS), namun aturan baru malah mewajibkan; sehingga bila persyaratan tidak dipenuhi dengan sendirinya lamaran kita akan gagal.

 Hal yang penting untuk diperhatikan sekali adalah masalah waktu. Untuk mahasiswa S1, universitas di Malaysia mulai perkuliahan untuk semua mahasiswa dimana tahun akademiknya berjalan setiap bulan September. Karena proses seleksi memakan waktu cukup lama, maka bila ingin diterima pada September 2013 misalnya, maka semua berkas harus sudah dikirim ke universitas di Malaysia yang dituju paling lambat awal Mei 2013. Untuk lebih jelasnya, lihat informasi waktu terakhir penerimaan berkas pendaftaran di masing-masing universitas. Bila kita terlambat mengirim berkas, maka otomatis dimasukkan untuk tahun akademik berikutnya, yaitu September 2014. Hal ini berhubung proses seleksi mahasiswa internasional berbeda dari segi jadwal dengan mahasiswa lokal.

 Selain masalah waktu, hal yang penting lainnya adalah proses seleksi dan persyaratan. Hampir semua universitas di Malaysia melakukan proses seleksi administratif, artinya tidak ada ujian masuk sama sekali. Kadang timbul pertanyaan bagaimana bila belum lulus SMA (masih duduk di kelas 12) dan belum UN? maka yang perlu disiapkan adalah fotocopy raport yang dilegalisir sampai semester ganjil di kelas 12. Maka itu adalah syarat administratif utama yang menunjukkan prestasi calon mahasiswa. Tentu bila nanti akhirnya diterima jadi mahasiswa akan diminta juga ijasah dan hasil ujian akhir nasional.

 Selain syarat mengirimkan raport, calon mahasiswa juga harus mengisi formulir pendaftaran yang berisi data diri (nama, alamat, email dll), jurusan yang diinginkan dan komitmen pembayaran biaya kuliah. Beberapa universitas juga mensyaratkan disamping mengisi formulir yang diunduh, juga perlu daftar secara elektronik di website mereka. Setelah itu syarat lainnya adalah pas foto ukuran passport (biasanya tiga lembar), fotocopy passport, dan membayar biaya pendaftaran seleksi masuk. Biasa pendaftaran bisa dilakukan di Indonesia dengan membayar sekitar US$ 30 ke rekening universitas yang dilamar; ataupun datang langsung ke Malaysia dan bayar ke rekening bank yang bersangkutan (biasa sekitar RM 80); bukti pembayaran diminta untuk nanti disertakan dengan berkas lain yang akan dikirim . Selain itu bila anda mempunyai piagam penghargaan dari berbagai kompetisi seni, olahraga, atau kreativitas baik di tingkat lokal, propinsi, nasional atau internasionak ada baiknya difotocopy dan disertakan dalam berkas yang akan dikirim, hal ini sebagai nilai tambah yang menunjukkan anda punya prestasi juga selain yang akademik. Ini adalah daftar berkas yang biasanya harus dipenuhi oleh calon mahasiswa S1 yang melamar ke universitas di Malaysia.

Namun, itu belum semuanya. Beberapa universitas sekarang ini juga meminta hasil test kemampuan berbahasa Inggris, seperti IELTS dan TOEFL internasional (bukan yang lokal atau institusional). Berhubung test ini mahal, ada di beberapa tempat tertentu dan tidak setiap saat bisa dilakukan, maka anda harus mempersiapkannya jauh-jauh hari dan melakukannya saat anda benar-benar siap. Jangan menunda test sampai mendekati tenggat pengiriman berkas, keterlambatan pengiriman berkas menyebabkan lamaran anda hanya akan diproses untuk tahun berikutnya oleh universitas di Malaysia. Ada juga syarat lain yang diminta seperti sponsorship beasiswa, untuk hal ini anda juga harus menyiapkannya dengan meminta surat dukungan pembiayaan yang bisa berasal dari pemerintah daerah, perusahaan atau lembaga independen (seperti LSM dll). Persyaratan tambahan ini perlu untuk diketahui, dan tempatnya ada di wesbite universitas yang dituju; oleh karena itu sangat penting untuk membaca kembali, siapa tahu ada persyaratan penting lain yang muncul tiba-tiba.

Bila semua berkas sudah lengkap, maka tinggal dikirim ke universitas yang dituju dengan pos tercatat; atau bila memang mau, bisa dikirimkan secara langsung ke kantor universitas yang bersangkutan. Jangan lupa untuk meminta bukti pengiriman; serta segera email ke pihak administrasi untuk menanyakan apakah berkas sudah diterima atau tidak. Biasanya bila memang sudah diterima, mereka akan membalas via email tentang itu. Karena sistem seleksi dilakukan secara independen oleh masing-masing universitas, maka anda bisa melamar ke berebagai universitas secara bersamaan, sekaligus menambah peluang anda untuk bisa diterima tentunya. Yang perlu dilakukan pun tidak sulit karena sifatnya yang persyaratan administratif jadi bisa dilakukan secara bersamaan dikirimkan ke berbagai universitas tadi.

Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih jurusan dan universitas negeri di Malaysia. Jatah (kuota) mahasiswa asing di universitas negeri di Malaysia jumlahnya sedikit, maksimal yang bisa mereka terima adalah 5% dari jumlah total (misal satu universitas menerima 2000 orang mahasiswa baru, maka jatah untuk mahasiswa asing adalah 100 orang). Hal ini berbeda dengan universitas swasta di Malaysia, dimana mereka tidak ada batasan kuota, sehingga kadang di satu kelas universitas swasta lebih banyak mahasiswa asing-nya dibanding mahasiswa lokal yang orang Malaysia. Sedangkan untuk mahasiswa S2 dan S3, jumlah maksimal mahasiswa asing yang boleh diterima di IPTA lebih besar, yaitu 25%. Hal ini artinya bagi anda calon mahasiswa S1, maka anda akan bersaing dengan sesama Indonesia atau calon mahasiswa internasional negara lain (China, Timur Tengah, Afrika dll) bila sama-sama memilih jurusan yang sama.

Di IPTA pada bulan Juni setiap tahunnya biasanya ada rapat antara dekan fakultas dan pimpinan universitas untuk menyeleksi calon mahasiswa yang melamar. Disamping prestasi akademik, faktor seleksi lain adalah kuota setiap negara; untuk calon mahasiswa asal Indonesia, kuotanya pun beragam, biasanya ada di kisaran 20%. Yang juga suka terjadi, bila prestasi bagus dan layak diterima, namun ada syarat yang belum terpenuhi, biasanya mereka meminta untuk bisa menyerahkannya dalam tenggat waktu 2-3 minggu. Oleh karena itu, rajin cek email anda dengan teratur. Disamping itu ada juga universitas yang mensyaratkan untuk wawancara, maka bila hal itu harus dilakukan secara tatap muka langsung anda harus pergi ke Malaysia; namun bila boleh dilakukan secara video-conference anda bisa menggunakan Skype.

Pengumuman kelulusan biasanya didapat pada bulan Juli sampai awal Agustus. Pihak universitas akan mengirim email yang berisi offer letter yang isinya adalah penawaran studi S1 di universitas yang bersangkutan. Ada juga email pemberitahuan untuk mengakses ke website tertentu, kemudian memasukkan nomor passport sebagai identifikasi untuk mengetahui diterima atau tidaknya. Bila memang anda mendapatkan offer letter tersebut, segera putuskan untuk menjawab: apakah menerima atau tidak. Bila anda menerima, biasanya syarat lanjutan adalah test kesehatan dan ini harus dilakukan di Malaysia (biaya sekitar RM 200). Anda akan lolos test ini bila tidak mengidap penyakit menular seperti TBC dan Hepatitis.

Masa registrasi dilakukan langsung oleh si mahasiswa dalam jarak satu atau dua minggu sebelum perkuliahan berlangsung (artinya dilakukan akhir Agustus). Biaya yang harus dibayar adalah biaya kuliah, biaya jasa lain yang berhubungan dengan kegiatan kampus (akses internet, transportasi dalam kampus, penginapan di asrama dll). Untuk universitas negeri, biaya perkuliahan ternd-nya dalam dua tahun ini mengalami kenaikan; biasanya uang kuliah per semester sekitar Rp 8 – 10 juta; namun sekarang meninkat menjadi Rp 14 – 17 juta per semesternya.

Source: http://deceng2.wordpress.com/
Selengkapnya...

Jumat, 24 Mei 2013

LOMBA DEBAT ISLAMIC EDUCATION EXPO 2013

LDK SALIM Universitas Negeri Jakarta mempersembahkan
Rangkaian Acara Education Expo (IEX) :
(#3)Punya kemampuan berbicara yang baik? Peduli dan paham kondisi pendidikan Indonesia? naah... berarti kamu cocok untuk ikut

LOMBA DEBAT
ISLAMIC EDUCATION EXPO 2013
Tema:
Peran Pendidikan Karakter berbasis Islam dalam Pembentukkan Generasi Muda Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif
Waktu Pendaftaran 30 April s.d. 22 Mei 2013
Esai dan seluruh berkas dikirimkan paling lambat tanggal 22 Mei 2013 pukul 23.59 WIB.
Syara Pendaftaran:
- Peserta adalah pelajar SMA/SMK se-derajat dari seluruh sekolah tingkat menengah di JABODETABEK
- Satu tim terdiri dari 3 orang
- Setiap sekolah mengirimkan maksimal 3 tim
- SMS dengan format : Nama ketua tim_No.HP Ketua tim_Nama Sekolah_DEBAT. Kirim ke 085694536325
- Mengisi formulir pendaftaran yang dapat diunduh di website http://iex-2013.com/
- Membayar biaya pendaftaran sebesar 100.000 ke Bank BNI Syariah a.n. Astrid Anindiya dengan No. Rek 0228943083
- Naskah esai, hasil scan pembayaran biaya pendaftaran, hasil scan kartu pelajar, formulir pendaftaran dikirim via e-mail (dalam bentuk attachment/ lampiran) dengan subjek : Debat_Nama ketua tim_Sekolah_No.HP. Kirim ke iexunj2013@gmail.com
Untuk melatih kefasihan dan kematangan pemahaman, kamu perlu membuat esai debat sebagai proses seleksi tahap 1, berikut ketentuannya.
Ketentuan Penulisan:
- Peserta wajib mengirimkan esai sebagai seleksi tahap 1
- Diketik di kertas A4; font Times New Roman ukuran 12; Margin kiri 3, kanan 3, atas 3, bawah 3; spasi 1,5; maksimal panjang esai 3 halaman
- Esai diberi identitas penulis berupa (a) Anggota Tim, (b) Nama Sekolah, (c) Judul naskah. Poin (a), (b), (c) diketik pada 1 lembar terpisah dengan naskah
- Naskah belum pernah dan tidak sedang diikutkan dalam lomba penulisan lainnya dan belum pernah dipublikasikan pada media apapun
- Naskah yang dikirim menjadi hak milik panitia
- Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
8 Tim dengan esai terbaik (yang lolos seleksi tahap 1) mengikuti babak perempat final di Kampus Universitas Negeri Jakarta pada tanggal 29 Mei 2013 dan Babak final dilakukan pada tanggal 30 Mei 2013.
2 Tim Terbaik mendapatkan penghargaan berupa sertifikat dan uang tunai
1 Best speaker mendapatkan penghargaan berupa sertifikat dan uang tunai
Nara Hubung : 085694536325
More Info?
HomePage: http://iex-2013.com/
Twitter: @iex2013
Fanpage FB: Islamic Education Expo 2013 atau www.facebook.com/IEX2013

Selengkapnya...

ESSAY WRITING COMPETITION : "Teacher, I Heart U"

LDK SALIM Universitas Negeri Jakarta mempersembahkan

Rangkaian Acara Education Expo (IEX) :
(#2)
Suka Nulis ? ayo tuangkan karyamu dengan mengikuti...

ESSAY WRITING COMPETITION

(Pengumpulan berbagai cerita inspiratif yang nyata dari berbagai penjuru Indonesia mengenai para pendidik yang telah banyak berjasa dan berkontribusi terhadap kesuksesan anak bangsa)

Kalau esaimu termasuk ke dalam 20 Esai Terbaik, karya mu akan dibukukan dan diteribitkan loh!! 3 karya terbaik diantaranya, akan mendapatkan hadiah berupa sertifikat dan uang tunai.

Tema Esainya yaitu "Teacher, I Heart U!"

Waktu Pendaftaran 30 April s.d. 20 Mei 2013
Esai dan seluruh berkas dikirim paling lambat tanggal 25 Mei 2013 pukul 23.59 WIB.

Syarat Pendaftaran:
- Peserta berusia 16 s.d. 25 tahun
- SMS dengan format: nama pengirim_No.HP_sudah/belum melakukan pembayaran_instansi/sekolah_ESSAY WRITING COMPETITION. Kirim ke 085694536325
- Mengisi formulir pendaftaran yang dapat diunduh di situs IEX, yaitu http://iex-2013.com/
- Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 35000 ke Bank BNI Syariah a.n. Astrid Anindiya dengan no. Rek 0228943083
- Peserta hanya diperbolehkan mengirimkan 1 naskah esai

Ketentuan Penulisan:
- Diketik di kertas A4; font Times New Roman 12pt; Margin kiri 3, atas 3, kanan 3, bawah 3; spasi 1,5; dan maksimal 4 halaman
- Isi dan makna esai tidak boleh bertentangan dengan syari'at islam, tidak menyinggung SARA dan hal lain yang melanggar norma kesusilaan
- Naskah diberi identitas penulis berupa: (a) Nama Penulis, (b) Sekolah/Instansi, (c) Judul Naskah. Ketiga point tersebut diketik dpada 1 lembar terpisah
- Naskah belum pernah/ tidak sedang dipublikasikan pada media apapun
- Karya yang diterima menjadi hak milik panitia
- Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

Nara Hubung : 085694536325

More Info?
homepage: http://iex-2013.com/
twitter: @iex-2013
Fanpage FB: Islamic Education Expo 2013 atau www.facebook.com/IEX2013
Selengkapnya...

Kamis, 23 Mei 2013

LOMBA MENULIS INSPIRATIF KE-2 TAHUN 2013 TINGKAT SMA SEDERAJAT SE-JAWA TIMUR

Mengembangkan Spirit Entrepreneurship Siswa: Peran Guru dalam Perspektif Siswa


Problematika pengangguran di Indonesia merupakan hal sangat runyam dan susah terpecahkan. Menurut rilis BPS tahun 2012, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 6,32% atau 7,61 juta orang. Sementara itu, menurut Berita Resmi Statistik BPS tahun 2012 pula jumlah penduduk miskin di Indonesia tahun 2011 sebesar 29,89 juta orang (12,36%). Masalah pengangguran dan kemiskinan akan menimbulkan dampak negatif bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Persoalan ini tentu harus segera dipecahkan. Pertanyaannya adalah apa sebenarnya inti permasalahan tersebut dan bagaimana solusi jitu untuk mengatasinya? Banyak pakar yang menganalisis bahwa masalah utama bangsa Indonesia dalam menghadapi persaingan global adalah kelemahan Sumber Daya Manusia (SDM).

PESERTA
Peserta adalah siswa SMA/SMK/MA sederajat se-Jawa Timur yang memiliki ide yang kreatif, inovatif, inspiratif dan semangat menulis.

OUTCOME
Karya siswa berupa artikel opini/essai.

MEKANISME DAN RANCANGAN AKTIVITAS
1.      Persyaratan peserta dan teknis pelaksanaan kegiatan:
Adapun persyaratan peserta dan teknis pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut:
a)     Siswa SMA/SMK/MA sederajat kelas 1-3 di Jawa Timur.
b)     Peserta wajib bergabung ke Grup Facebook: Fkip Unmuh Malang.
c)     Hasil karya dapat dikirim dalam bentuk softcopy ke fkipunmuh@gmail.com dan cc ke: usya_bio@yahoo.com (sebaiknya, untuk mengurangi beban siswa terkait biaya pengiriman) atau hardcopy dan softcopy/cd ke alamat:
Husamah, S.Pd
d/a Panitia Lomba Menulis Inspiratif ke-2 2013
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang Jawa Timur 65144
Telp. (0341) 464318 ext 118
d)     Batas pengumpulan karya tanggal 15 Juni 2013 pukul 00.00 WIB (naskah yang dikirim melewati batas tersebut tidak akan diproses).
e)     Pengumuman lima besar lomba tanggal 24 Juni 2013 melalui website FKIP UMM (http://keguruan.umm.ac.id) dan FB: Fkip Unmuh Malang.
f)      Pendaftaran tidak dipungut biaya (GRATIS).
g)     Nominator lima besar/pemenang akan dihubungi panitia via email/telepon. Nominator lima besar akan diundang untuk presentasi di FKIP UMM dan selanjutnya mengikuti acara penganugerahan (hadiah akan diberikan secara lansung). Sehubungan dengan itu, maka akomodasi dan konsumsi selama di UMM ditanggung panitia. Para nominator dapat ditemani oleh guru pembimbing dan panitia akan menyediakan sertifikat dan konsumsi (transportasi ditanggung sendiri/sekolah).
h)     Kepesertaan gugur bila tidak sesuai ketentuan naskah.
i)      Naskah yang masuk menjadi milik panitia.
j)      Ketentuan lain yang mungkin berubah dan penting maka akan kami informasikan di website dan grup facebook.
k)     Untuk informasi yang belum jelas, maka peserta dapat berinteraksi di grup facebook atau mengirimkan email.

2.      Ketentuan Penulisan
a)  Tulisan ditulis menggunakan Arial 11 spasi 1,5 dengan batas margin 3 cm untuk semua sisi kertas; minimal 3-4 halaman kertas A4.
b) Naskah  berbentuk opini/esai.
c)  Karya merupakan hasil tulisan sendiri, bukan plagiasi, belum pernah dan tidak sedang diikutkan pada lomba sejenis serta tidak pernah dipublikasikan di media cetak maupun elektronik.
d) Karya tidak mengandung SARA dan unsur pornografi.
e) Lomba bersifat perorangan, peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal dua 2 karya/naskah.
f)  Halaman akhir naskah dilengkapi dengan TESTIMONI SINGKAT (100-200 kata tentang FKIP UMM YANG SAYA KENAL), data pribadi (nama, alamat, usia, nama sekolah dan alamat sekolah, no HP/kontak dan email, HP/Kontak guru pembimbing), scan kartu pelajar dan scan surat tugas dari sekolah (berstempel).

3.      Penjurian
a)    Tim juri berasal dari internal FKIP UMM yang sudah berpengalaman dalam bidang kepenulisan dan entrepreneurship.
b)   Keputusan panitia dan juri tidak dapat diganggu gugat.
c)     Aspek yang dinilai:
1)    Aspek Naskah (50%)
·        Sistematika penulisan.
·        Relevansi judul dengan tema.
·        Orisinalitas gagasan.
·        Unik, Inovatif dan kreatif.
·        Rasional dan kelayakan implementasi di lapangan.
2)    Aspek Presentasi (50%)
·        Alat bantu presentasi (powerpoint dan lainnya)
·        Ketepatan waktu presentasi (10 menit)
·        Kesesuaian jawaban
·        Gaya dan kepercayaan diri

4.      Hadiah
a)     Juara 1: Dana pembinaan senilai Rp. 2.000.000 + Piala Rektor + Piagam + Merchandise.
b)     Juara 2: Dana pembinaan senilai Rp. 1.500.000 + Piala Rektor + Piagam + Merchandise.
c)     Juara 3: Dana pembinaan senilai Rp. 1.000.000 + Piala Rektor + Piagam + Merchandise.
d)     Juara Harapan 1: Dana pembinaan senilai Rp. 750.000 + Piagam + Merchandise
e)     Juara Harapan 2: Dana Pembinaan senilai Rp. 500.000 + Piagam + Merchandise
f)      Untuk 10 besar terbaik akan diberikan piagam

5.      Dewan Juri
a)     Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si. (Dosen Bahasa dan Sastra Daerah, Budayawan).
b)     Dr. Moch. Agus Krisno Budiyanto, M.Kes (Sekretaris BKMA UMM, penulis buku).
c)     Dr. Masduki M.Pd. (Kepala Language Center UMM, Entrepreur)

KLIK DI SINI UNTUK DOWNLOAD FILE

Selengkapnya...

Rabu, 01 Mei 2013

Raih Kesempatan Berkompetisi di Event Bandung Awan Pengetahuan !

BANDUNG AWAN PENGETAHUAN (BAP) diselenggarakan sepanjang April hingga tanggal 08 Mei 2013.

Adapun rangkaian kegiatan acara tersebut berupa:
1. Lomba berhadiah total 105 JUTA RUPIAH (Sepanjang April hingga 04 Mei 2013).
2. Pameran Pendidikan (08 Mei 2013).
3. Talkshow Pendidikan (08 Mei 2013).
4. Diskusi Publik bersama para calon walikota (08 Mei 2013).

Point 2, 3 dan 4 dilaksanakan:
Tempat : Gedung Sasana Budaya Ganesha (SABUGA)
Alamat : Jalan Tamansari No. 73
Waktu  : Pukul 13.00 WIB s/d 20.30 WIB

Informasi lebih lanjut anda dapat mengunjungi situs www.goesmart.com. Terimakasih.

--Tim Event BAP

PS:
Lomba yang dipertandingkan adalah:
1. Pembuatan konten digital bahan ajar bentuk video,
2. Blog pendidikan,
3. Cerdas cermat digital (digital race),
4. Mading digital,
5. Song anfd poetry video,
6. Pembuatan konten kreatif, dan
7. Pembuatan game edukasi

Lomba dilaksanakan di www.goesmart.com , silahkan sign in dan daftarkan diri anda. Selengkapnya...

Jumat, 01 Februari 2013

[Tips Memilih Prodi dan Jurusan] Milih Prodi dan PTN Karena Gengsi? Gak Zaman Lagi Tuh...

X: Lo mau ngambil jurusan apa? IPA ato IPS?
Y: IPA lah! Hare genee masuk IPS? Mau taroh di mana muka gue?
X: Ah elo mah enak pinter, gua keknya ngambil IPS nih, gak masuk nile gue. Kalo lo Z? Lo mau ngambil jurusan apa?
Z: Gue sih pengennya ngambil jurusan bahasa, gua enjoy banget baca yang namanya karya sastra. Tapi gua takut gak dapet kerjaan sih sebenernya. Mau jadi apa gua ngambil jurusan bahasa. Hampir dua tahun kemudian.
X: Lo jadinya kuliah mau ngambil di mana?
Y: Gua pengen masuk ke Teknik Kimia ITB ah. Keren keknya, lagian kuliah di ITB khan prestis gitu. Kalo lo mau masuk mana?
X: Gua mau masuk Akuntansi UI aja ah, prospek karirnya bagus katanya, bisa cepet jadi orang tajir gue. hehe.
Y: ho.. beda kota donk yah kita berarti? Kalo lo Z? Lo mau masuk ke mana?
Z: Gak tau deh, gua masih bingung. Gak tau gua mau masuk mana.

Kegalauan hampir pasti menjadi bagian dari para siswa SMA di seluruh Indonesia. Dimulai dari pemilihan jurusan IPA, IPS dan Bahasa, sampai ke tahap yang paling galau dari semua kegalauan di zaman SMA: Mau masuk ke mana, dan ambil jurusan apa pas kuliah nanti? Melalui tulisan ini, saya akan mencoba untuk memberikan pendapat mengenai fenomena kegalauan ini dari sudut pandang seorang alumni lulusan salah satu universitas teknik negeri yang ada di kota Bandung. Di mana di jurusan ini saya pernah mengalami siksaan batin yang namanya “salah jurusan”, dan mendapat semua kisaran IP yang bisa dibayangkan (yap, saya pernah mendapatkan IP nol-koma), dan pernah hampir di-DO oleh kampus saya.

PARADIGMA PEMILIHAN JURUSAN, GAJI GAJI DAN GAJI! 
Sebagai mahluk yang tidak pernah puas dan terus berkembang, adalah sebuah hal yang wajar jika kita selalu mendapatkan penghidupan dan kehidupan yang lebih baik dari waktu ke waktu. Mau bukti? Silahkan kita ingat-ingat kembali. Ketika kita dulu belum punya sepeda, dan hanya jalan kaki ke sekolah, maka kita menginginkan sepeda dengan sangat. Setelah sepeda kita miliki? Berakhirkah ini? Tidak! Kita ingin memiliki motor agar perjalanan kita lebih nyaman. Dan ketika kita telah memiliki motor, maka kita pun ingin memiliki mobil pribadi. See? Manusia adalah mahluk yang tidak pernah puas, dan selalu menginginkan perbaikan di dalam hidupnya. Begitu pula dengan perihal pemilihan jurusan di dalam dunia pendidikan formal. Pemilihan ini akan selalu dikaitkan dengan potensial kualitas kehidupan di masa depan dari jurusan yang akan dipilih. Dan parameter apa yang paling bisa diukur di dalam kehidupan? Yap! Pendapatan. Gaji, gaji dan gaji! Semuanya dikaitkan dengan potensial lapangan pekerjaan, dan gaji yang bisa diterima oleh lulusan jurusan tersebut. Sehingga teramat sering sebuah diskusi mengenai pemilihan jurusan berakhir dengan kata-kata yang menurut saya sangat menyedihkan, tapi teramat realistis: Ha??? Serius kamu mau ngambil jurusan itu??? Mau jadi apa ke depannya??? Mau makan apa kamu???

PEMILIHAN JURUSAN DAN PENYAKIT KHAS INDONESIA, GENGSI! 
Selain masalah gaji, ada lagi alasan lainnya yang biasanya menjadi alasan pemilihan jurusan: Gengsi! Adalah sebuah hal bodoh yang mengakar di Indonesia bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang gemar pamer. Tidak percaya? Lihat saja betapa masyarakat Indonesia senang memamerkan apapun, mulai dari gelar perkuliahan (ST, dr, MM, MBA, dll), sampai ke gelar keagamaan yang menurut saya seharusnya tidak dipamerkan (Haji). Sehingga tidaklah mengherankan bahwa gengsi ini menjadi salah satu kriteria pemilihan jurusan, dan komentar-komentar bodoh yang memojokkan jurusan seperti di bawah ini umum ditemukan: Gengsi donk gua masuk kelas IPS! Masa gua masuk jurusan sastra jawa? Yang bener aja? Mau jadi apa? Jadi insinyur lah! Keren gitu! Gengsi, sebuah kebodohan yang menurut saya mengakar dengan sangat kuat di kehidupan masyarakat Indonesia. Gengsi ini begitu mengakarnya, sehingga terkadang passing grade suatu jurusan pun sering menjadi dinding yang secara tak langsung memisahkan kehidupan sosial antar mahasiswa. Terkadang seseorang akan dianggap hebat, dan dipandang sebagai golongan elit apabila dia sanggup masuk ke jurusan yang standar passing grade-nya tinggi. Sehingga adalah hal yang bisa dimaklumi jika para remaja yang memang sedang berada di fase pencarian identitas, dan pengakuan, akan tergiur untuk masuk ke dalam golongan “elit” ini.

PASSION IS THE KEY 
Tidak sedikit orang yang memilih jurusan berdasarkan potensial gaji dan gengsi yang berhasil mencapai target dan angan-angan kehidupan yang dulu mereka inginkan. Banyak yang puas dengan hal pencapaian-pencapaian yang telah mereka capai. Akan tetapi tidak sedikit dari mereka yang merasa tidak puas dan mempertanyakan mengapa meraka bisa menjadi budak uang, dan gengsi. Banyak pula yang pada akhirnya mempertanyakan hal yang kecil tapi cukup menyiksa batin: Apa yang terjadi jika dahulu saya tidak mengambil jurusan ini, dan mengambil jurusan lainnya seperti minat saya? Pertanyaan ini akan semakin menguat dari waktu ke waktu, dan menyiksa batin mereka. Mungkin pertanyaan ini akan menghilang sesaat, seiring dengan pembenaran-pembenaran yang kita berikan untuk diri kita sendiri. Akan tetapi pertanyaan tersebut akan timbul lagi, perlahan tapi pasti, menyiksa batin manusia yang memang bersifat rapuh. Mungkin ini terdengar aneh dan mengawang-awang, akan tetapi solusi dari siksaan batin ini hanya 1: Kejarlah apa yang menjadi passion/minat anda! Setiap manusia pasti memiliki passion di suatu bidang yang mereka anggap sebagai sesuatu yang merepresentasikan dirinya. Ada orang yang suka menulis, ada yang suka berhitung dan membuat sesuatu, ada pula yang suka menolong orang lain, semua itu sah-sah saja, sepanjang hal itu tidak merugikan orang lain dan menentang hukum yang berlaku, adalah hak setiap manusia untuk melakukan apa yang dia inginkan.

KAPAN KITA TAHU BAHWA SESUATU ADALAH PASSION KITA? 
Pertanyaan menarik berikutnya adalah, kapan kita tahu bahwa sesuatu itu adalah passion kita? Menurut saya jawabannya cukup simpel: Sesuatu adalah passion kita, jika ketika kita mengerjakan hal tersebut, maka waktu akan berlalu dengan cepat. Badan dan pikiran kita pun akan rileks dan enjoy mengerjakannya, entah itu 5 menit, sejam, 5 jam, ataupun seharian, tidak akan ada bedanya. Pada kenyataannya, terkadang kita sama sekali tidak merasa perlu untuk beristirahat, bahkan ketika mengerjakan sesuatu yang pada umumnya orang anggap sebagai sesuatu yang teramat melelahkan. Terdengar seperti kisah dongeng kah? Ya, memang saya akui ini terdengar berlebihan, tapi inilah kenyataannya. Ketika kita melakukan sesuatu yang kita senangi, maka semua waktu akan berjalan tanpa terasa. Pernahkah kita merasakan seakan-akan kita terbenam ke dalam suatu hal sampai lupa waktu? Seperti itulah kira-kira rasanya menjalankan passion kita. Dan passion inilah sebuah hal yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah masterpiece di dalam hidup kita.

PINTAR SAJA TIDAK CUKUP!
Pintar saja tidak akan cukup untuk menghadapi kerasnya hidup ini! Memang tidak semua orang yang mengikuti passionnya berhasil di dalam kehidupan, banyak juga yang hancur dihajar kerasnya hidup. Tapi satu hal yang pasti: Sebagian besar orang yang sukses di level dunia adalah orang yang mengikuti, dan mengejar passionnya. Mengapa? Karena mereka akan memiliki cukup “bahan bakar” untuk mengejar target 10.000 jam di dalam bidang yang mereka tekuni. Ada apa dengan angka 10.000 jam ini? Angka 10.000 jam ini adalah sebuah angka yang menurut riset dari Malcolm Gladwell (penulis buku Outliers) merupakan jumlah rata-rata jam kerja yang harus dicapai oleh seseorang untuk dapat menjadi master di sebuah bidang. Dengan asumsi bahwa kita bekerja 9 jam perhari, dan 250 hari dalam setahun, maka kita akan membutuhkan waktu sekitar 4.44 tahun untuk mencapai tahap master di bidang yang kita pilih. Tentu saja kita bisa mengerjakan ini semua, dan menjadi master di suatu bidang, meskipun itu dilakukan tanpa passion. Akan tetapi perjalanan akan berasa jauh lebih ringan jika kita mengejar sesuatu yang kita sukai. Tidak percaya? Coba saja tinjau sampel kita yang pertama: Prof Dr. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau adalah seorang insinyur lulusan RWTH Aachen, salah satu universitas teknik ternama yang berada di negara Jerman. Beliau merupakan salah seorang yang sudah dikenal di dalam dunia teknik, dan pernah pula menjadi presiden di NKRI. Sangkin terkenalnya kepintaran bapak habibie ini, sampai-sampai muncul istilah “otaknya encer kayak habibie”. Akan tetapi benarkah ini semua murni karna kepintarannya? Tidak! Ini semua juga buah dari puluhan ribu jam kerja keras yang beliau jalankan. Di dalam bukunya yang berjudul “Habibie dan Ainun” diceritakan bagaimana beliau sering larut di dalam pekerjaannya, hingga lupa makan dan istirahat. Sangkin seringnya lupa istirahat, dan makan, sampai-sampai almarhum ibu Ainun sering melemparkan perlengkapan tidur Pak Habibie, dan menguncinya di dalam kamar tempatnya bekerja. Apa yang sebenarnya membuat beliau tahan bekerja seperti ini? Jelas satu, Passion terhadap apa yang beliau kerjakan.

PASSION, UANG, DAN KESUKSESAN
Lalu dimana letak uang dan kesuksesan jika kita mengejar sesuatu yang bernama passion ini? Bukankah kita butuh uang untuk hidup? Dan sebagai manusia, kita juga memiliki kebutuhan psikologis untuk dihargai? Mungkin ini akan terdengar omong kosong, tapi percayalah bahwa: Jika kita mengejar passion kita, maka uang dan kesuksesan akan datang kepada kita dengan sendirinya. Ya! Uang dan kesuksesan akan datang dengan sendirinya. Ketika kita ahli di dalam suatu hal, maka akan ada orang yang membutuhkan kita. Meskipun itu yang kita kejar merupakan sesuatu yang tidak mainstream di negara kita ini. Pernah saya menonton sebuah liputan di televisi, bahwa ada salah seorang lulusan SD yang gemar menari tradisional, berhasil merantau dan menjadi pengajar tari tradisional di Amerika Serikat. Saya lupa namanya, tapi sang penari ini diajak untuk mengajarkan seni tari tradisional di Amerika oleh salah seorang turis warga negara Amerika yang sedang menonton pertunjukannya. Dan menariknya adalah, si penari ini tidak bisa bahasa inggris sama sekali pada awalnya! Semua hanya bermodal kecintaan terhadap bidang yang dia lakukan, tari tradisional Indonesia (saya lupa apa nama tariannya). Jadi tidak usah khawatir, Orang yang mengejar passion akan selalu memiliki tempat di dunia ini. Mungkin tidak di negeri Indonesia tercinta ini, akan tetapi akan selalu ada tempat untuk mereka, walaupun itu di belahan dunia lainnya.

TERBANGUN DARI DUNIA MIMPI, PASSION VS REALITA KEHIDUPAN 
Sebelumnya sudah diceritakan yang indah-indah mengejar passion dan pemilihan jurusan. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa keinginan tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Sering kita mendapati bahwa mimpi kita terhalang berbagai macam hal, termasuk di antaranya adalah permasalahan finansial, keluarga, dan masalah akademik kita yang tidak memadai. Tanpa berusaha untuk mengecilkan masalah yang dialami, berikut saya coba untuk memberikan pandangan dari solusi yang mungkin untuk masalah-masalah yang mungkin ada. Tentunya yang saya tulis ini akan terlihat lebih mudah dari kenyataanya, karena memang pada dasarnya berbicara itu lebih mudah daripada mengerjakan sesuatu, dan karena memang hanya pemilik masalahnya sendiri lah yang bisa menyelesaikan semuanya, bukan orang luar seperti saya.

1. Masalah Finansial 1 – Biaya Kuliah Tidak Mencukupi 

Jika masalah yang dialami adalah masalah biaya kuliah, janganlah menyerah untuk mengejar jurusan yang menjadi passion anda. Pergunakanlah internet dan jaringan yang anda miliki dengan baik, dan carilah informasi tentang beasiswa-beasiswa yang memungkinkan anda untuk melakukan studi di jurusan yang anda inginkan. Saya bukan seorang ahli di bidang beasiswa, tapi Permasalahan finansial bukanlah sebuah halangan yang tidak bisa ditaklukkan di dalam mengejar mimpi kita. Saya sendiri mengenal beberapa orang teman kuliah dan SMA saya yang melakukan studi dengan uang dari beasiswa. Dan mereka berhasil menyelesaikan pendidikan S1 mereka.

2. Masalah Finansial 2 – Tulang Punggung Keluarga 

Masalah akan menjadi lebih rumit jika ternyata kita harus menjadi tulang punggung keluarga. Saran saya untuk hal ini, dahulukan prioritas yang lebih tinggi. Bagaimanapun juga, Keluarga harus didahulukan melebihi yang lainnya. Akan tetapi, Jangan dulu menyerah terhadap mimpi anda. Tetap pupuk mimpi anda, dan bergeraklah perlahan untuk menggapainya. Saya sendiri mengenal seorang teman saya yang bisa menjadi tulang punggung keluarga dan masih tetap bisa bersekolah sarjana. Memang akan teramat berat, tapi semua akan berbuah manis pada waktunya.

3. Masalah Akademik – Nilai Tidak Mencukupi 

Ini adalah masalah klasik yang biasa dihadapi dalam pemilihan jurusan, nilai yang tidak mencukupi. Entah itu nilai SNMPTN/SPMB (atau apapun namanya itu sekarang), ataupun nilai rapor yang akan digunakan untuk penjurusan IPA/IPS. Jika ini adalah masalah yang terjadi, maka Amat sangat di”haram”kan untuk menyerah! Ambillah jalan berputar! Pindahlah ke tempat yang memungkinkan anda untuk masuk ke jurusan yang anda inginkan, atau tunggulah sampai kesempatan berikutnya datang. Saya pribadi berpendapat bahwa lebih baik saya mengulang dan menunggu 1-2 tahun demi hal yang saya senangi, daripada saya harus menjalani suatu hal yang saya tidak suka. Sekali lagi, tolong lupakan itu yang namanya gengsi, dan terima kekalahan anda seperti orang dewasa. Tetaplah yakin, bahwa di umur 40an (atau mungkin lebih cepat dari itu), anda akan memetik buah dari apa kesabaran anda sekarang. Keep your hope up high, and be patient, really really patient.

4. Masalah Keluarga – Keluarga (Orang Tua) Tidak Mendukung 

Satu lagi masalah klasik di dalam pemilihan jurusan (dan juga yang lainnya), keluarga yang tidak mendukung.

Jika ini terjadi kepada anda, tetaplah yakini 1 hal, bahwa: Keluarga anda, terutama bapak dan ibu anda menginginkan yang terbaik untuk anda. Yang menjadi masalah di sini adalah, kadang semua berjalan tidak sesuai dengan keinginan anda. Dan sepengamatan saya, Jarang sekali ada orang tua yang benar-benar diktator, dan tidak peduli terhadap apa yang anaknya pikirkan. Sebagian besar dari mereka hanyalah manusia biasa yang ingin anaknya hidup bahagia, melebihi kebahagiaan yang mereka dapatkan.

Berdasarkan pengalaman saya sendiri, sebenarnya hal ini bisa diselesaikan dengan mengobrol secara serius dan dilakukan dari hati ke hati dengan mereka. Sebagai gambaran, ibu saya adalah seorang dengan pendirian dan didikan yang keras. Banyak target-target yang waktu itu saya anggap aneh yang harus saya jalani tanpa bisa ditawar. Akan tetapi, di luar semua ketegasannya itu, saya berhasil membujuk beliau untuk merestui kepergian saya mengejar mimpi untuk S2 di luar negeri.

Gimana caranya? Mudah saja, Saya berbicara dengan lembut kepada beliau tentang mimpi saya, mengapa itu penting untuk saya. Di samping itu, saya juga membuktikan bahwa saya telah mantap untuk mengejar mimpi saya, dan siap untuk menanggung semua resiko yang bisa terjadi di dalam prosesnya.

Dan alhamdulillah beliau pun merestui usaha saya untuk mengejar mimpi S2 di luar negeri. Perlu kiranya kita perhatikan bahwa di dalam membujuk, dan memberikan pengertian kepada keluarga, menunjukkan rasa hormat kita terhadap mereka adalah sesuatu yang penting. Karena bagaimanapun, mereka lah orang-orang yang menjadikan kita ada, dan telah berjasa di dalam hidup kita.

KESIMPULAN 
So, apa kesimpulan yang bisa kita ambil dari sini? Pilihlah jurusan yang sesuai dengan minat kita. Lupakan saja itu kedua variabel yang bernama gaji dan gengsi, terlebih jika kita tidak memiliki permasalahan di dalam bidang finansial (yang mengharuskan kita untuk menjadi tulang punggung keluarga). Jadilah orang dewasa, dan pantang menyerahlah di dalam mengejar hal yang menjadi passion kita. Mungkin semuanya tidak akan terbayar dalam waktu yang singkat, akan tetapi yakinlah akan datang suatu hari di mana kita akan memandang ke belakang dengan senyuman, dan berkata: Untung dulu saya mengejar apa yang menjadi passion saya.

Oleh: Wahidyan K. F. (Yoka) 
http://wahidyankf.wordpress.com/2012/09/27/ipa-ips-bahasa-itb-ui-ugm-makan-tuh-gengsi-tips-memilih-jurusan-dan-fakultas-studi-sekolah-kuliah-universitas/
Selengkapnya...