Jumat, 17 Desember 2010

Angin Topan Sebagai Fenomena Geosfer

Apa itu angin topan ?
Kata angin topan (hurricane) berasal dari bahasa India Barat untuk menyebut “angin besar” dengan urican. Kemudian kata angin topan adalah satu-satunya kata yang digunakan oleh para ahli cuaca untuk menyebut siklon tropis. Di Pasifik, angin topan disebut typhoon (topan); di Teluk Bengal, siklon; dan di Australia, willy-willies.

Angin topan, dengan anginnya yang hebat, tumpukan awan dan hujan yang lebat, adalah kenampakan tunggal dari mesin cuaca Bumi yang besar yang paling spektakuler. Sekitar 2000 kali lebih lebar daripada tornado, angin topan menyapu segala sesuatu yang ada di jalurnya dan menyebabkan kerugian materi yang dapat melumpuhkan perekonomian seluruh negeri. Angin topan sering memakan korban. Apabila tornado berlangsung singkat dan relatif terbatas, angin topan adalah angin yang sangat besar, bergerak lambat dan tidak dapat dihentikan.


Mengapa angin topan dapat terjadi?
Para ahli cuaca tidak mengetahui secara pasti kondisi yang menyebabkan terbentuknya angin topan. Namun demikian, ada dua unsur penting yang mendukung terbentuknya angin topan; kehangatan dan kelembaban. Angin topan hanya berkembang di laut, dan hanya di air yang hangat, dengan suhu 27⁰C (80⁰F) atau lebih. Inilah yang menyebabkan angin topan sering terjadi di wilayah tropis, di daerah seluas 1600 km (1000 mil) dari equator (20⁰LU dan LS).

Lebar rata-rata angin topan adalah 480 km (300 mil) dan berlangsung sekitar 10 hari. Anginnya dapat berhembus mencapai kecepatan 240 km per jam (150 mil per jam), yang cukup cepat untuk menghempaskan papan pemasang iklan sehingga memotong pohon palem. Angin dahsyat ini dapat menaikkan ombak sampai ketinggian 20 m (66 kaki). Ombak ini dapat membalikkan kapal pesiar dengan mudah, melemparkan kapal terbesar sekalipun.

Kapan angin topan terjadi ?
Angin topan terjadi saat adanya dua unsur pembentuknya yaitu kehangatan dan kelembaban. Waktu puncak angin topan adalah awal musim gugur di Atlantik bagian barat, Pasifik dan Samudra Hindia, ketika daerah bertekanan rendah ITCZ mendorong perkembangan depresi. Januari adalah waktu puncak angin topan di belahan bumi selatan.

Siapa yang memulai sistem pemberian nama pada angin topan ?
Sistem pemberian nama pada jenis angin topan dimulai pada tahun 1890 oleh Clement Wragge, seorang peramal cuaca dari Australia, yang menamai angin topan dengan nama-nama politisi yang tidak disukainya. Ketika para politisi memprotes, nama perempuanlah yang digunakan. Sistem ini bertahan sampai tahun 1975, tetapi sekarang setiap angin topan kedua mempunyai nama laki-laki.
 
Dimana angin topan sering terjadi ?
Angin topan terjadi sekitar tiga kali lebih sering di Pasifik daripada di Atlantik sehingga daerah di Asia Tenggara paling sering dihantam angin topan. Ada banyak sistem tekanan rendah yang berangin keras di atas samudra tropis, tetapi badai tropis dapat berubah menjadi angin topan bila angin mencapai kecepatan 117 km per jam (73 mil per jam). Ini terjadi bersama dengan depresi yang terbentuk di atas Afrika dan berjalan sampai di Atlantik dengan membawa udara laut yang hangat dan basah.
 
Bagaimana angin topan dapat terus berjalan?
Angin topan yang berkekuatan sedang menghasilkan lebih banyak energy daripada ledakan nuklir. Energi yang dihasilkan angin topan ini per hari kira-kira 1000 kali lebih banyak daripada semua tenaga listrik yang dihasilkan di seluruh Amerika Serikat.
Kunci dari energy angin topan adalah uap air. Ketika berkondensasi, uap air melepaskan energy panas dalam jumlah besar. Dalam sebuah angin topan, panas dalam jumlah besar dilepaskan karena semua udara yang masuk adalah udara yang hangat dan lembab. Energi panas ini memberi tenaga kepada angin topan yang sedang terjadi sehingga membuatnya semakin besar dan kuat.

7 komentar: