Minggu, 18 September 2011

Metabolism

Metabolism is the process of chemical reaction which started by substrate and finished in product.
Metabolism is formed by word “metabole” ,means change.

Metabolism divide into two :
a. Catabolism
adalah proses pemecahan makromolekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana

b. Anabolism
proses pembentukan makromolekul (lebih kompleks) dari molekul yang lebih sederhana

Enzyme is senyawa protein yang berfungsi sebagai katalisator reaksi-reaksi kimia yang terjadi dalam sistem biologi (makhluk hidup).

Enzyme structure

1. Apoenzyme=aktif
Terdiri dari protein
2. Prostetik= non aktif
Terdiri dari kofaktor dan koenzyme. Kofaktor dari logam Zn2+, Cu2+, Mn2+, Mg2+, K+, Fe2+, dan Na+ ,sedangkan koenzyme dari vitamin.
3. Holoenzym= gabungan dari apoenzyme dan prostetik (lengkap)

The Characteristics of Enzyme
1. Hanya mengubah kecepatan reaksi
2. Bekerja secara spesifik
3. Consist of protein
4. Are catalyst
5. Diperlukan dalam jumlah sedikit
6. Bekerja secara bolak-balik (reversible)
7. Dipengaruhi oleh suhu dan lingkungan
8. Can be used repeatedly

a. Energi aktivasi
Enzim menurunkan tingkat energi yang digunakan dalam proses reaksi
b. Inhibitor
Menghambat proses reaksi
c. Suhu
Enzim bekerja optimal pada suhu 35-40°C
d. Konsentrasi enzim
Semakin besar konsentrasi enzim (substrat sedikit), semakin cepat proses reaksi berlangsung begitu sebaliknya.
e. pH pepsin 2, amylase 8.

Catabolism

Aerobic respiration is peristiwa pembakaran zat makanan menggunakan oksigen dari pernapasan untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP

Formula of respiration is
C6H12O6 + 6O2 -->  6H2O + 6CO2 + 36 ATP
Glukosa oksigen air karbondioksida energy

4 stages of aerobic respiration
1. Glikolisis
2. Siklus Krebs
3. DO
4. Transpor Elektron
Selengkapnya...

Usus Besar sebagai Organ Pencernaan

Usus besar atau kolon memiliki panjang ± 1 meter dan terdiri atas kolon ascendens, kolon transversum, dan kolon descendens. Di antara intestinum tenue (usus halus) dan intestinum crassum (usus besar) terdapat sekum (usus buntu). Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut appendiks (umbai cacing) yang berisi massa sel darah putih yang berperan dalam imunitas.



Zat-zat sisa di dalam usus besar ini didorong ke bagian belakang dengan gerakan peristaltik. Zat-zat sisa ini masih mengandung banyak air dan garam mineral yang diperlukan oleh tubuh. Air dan garam mineral kemudian diabsorpsi kembali oleh dinding kolon, yaitu kolon ascendens. Zat-zat sisa berada dalam usus besar selama 1 sampai 4 hari. Pada saat itu terjadi proses pembusukan terhadap zat-zat sisa dengan dibantu bakteri Escherichia coli, yang mampu membentuk vitamin K dan B12. Selanjutnya dengan gerakan peristaltik, zat-zat sisa ini terdorong sedikit demi sedikit ke saluran akhir dari pencernaan yaitu rektum dan akhirnya keluar dengan proses defekasi melewati anus.

Defekasi diawali dengan terjadinya penggelembungan bagian rektum akibat suatu rangsang yang disebut refleks gastrokolik. Kemudian akibat adanya aktivitas kontraksi rektum dan otot sfinkter yang berhubungan mengakibatkan terjadinya defekasi. Di dalam usus besar ini semua proses pencernaan telah selesai dengan sempurna.
Selengkapnya...

Usus Halus sebagai Organ Pencernaan

Usus halus merupakan saluran berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 6–8 meter, lebar 25 mm dengan banyak lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus. Vili ini berfungsi memperluas permukaan usus halus yang berpengaruh terhadap proses penyerapan makanan. Lakukan eksperimen berikut untuk mengetahui pengaruh lipatan terhadap proses penyerapan.

Usus halus terbagi menjadi tiga bagian seperti berikut:
a. duodenum (usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm,
b. jejunum (usus kosong), panjangnya ± 7 m,
c. ileum (usus penyerapan), panjangnya ± 1 m.

Kimus yang berasal dari lambung mengandung molekul- molekul pati yang telah dicernakan di mulut dan lambung, molekul-molekul protein yang telah dicernakan di lambung, molekul-molekul lemak yang belum dicernakan serta zat-zat lain. Selama di usus halus, semua molekul pati dicernakan lebih sempurna menjadi molekul-molekul glukosa. Sementara itu molekul-molekul protein dicerna menjadi molekul-molekul asam amino, dan semua molekul lemak dicerna menjadi molekul gliserol dan asam lemak.
Pencernaan makanan yang terjadi di usus halus lebih banyak bersifat kimiawi. Berbagai macam enzim diperlukan untuk membantu proses pencernaan kimiawi ini. Hati, pankreas, dan kelenjar-kelenjar yang terdapat di dalam dinding usus halus mampu menghasilkan getah pencernaan. Getah ini bercampur dengan kimus di dalam usus halus. Getah pencernaan yang berperan di usus halus ini berupa cairan empedu, getah pankreas, dan getah usus.
a. Cairan Empedu
Cairan empedu berwarna kuning kehijauan, 86% berupa air, dan tidak mengandung enzim. Akan tetapi, mengandung mucin dan garam empedu yang berperan dalam pencernaan makanan. Cairan empedu tersusun atas bahan-bahan berikut.
1) Air, berguna sebagai pelarut utama.
2) Mucin, berguna untuk membasahi dan melicinkan duodenum agar tidak terjadi iritasi pada dinding usus.
3) Garam empedu, mengandung natrium karbonat yang mengakibatkan empedu bersifat alkali. Garam empedu juga berfungsi menurunkan tegangan permukaan lemak dan air (mengemulsikan lemak).

Cairan ini dihasilkan oleh hati. Perhatikan Gambar 6.9. Hati merupakan kelenjar pencernaan terbesar dalam tubuh yang beratnya ± 2 kg. Dalam sistem pencernaan, hati berfungsi sebagai pembentuk empedu, tempat penimbunan zat-zat makanan dari darah dan penyerapan unsur besi dari darah yang telah rusak. Selain itu, hati juga berfungsi membentuk darah pada janin atau pada keadaan darurat, pembentukan fibrinogen dan heparin untuk disalurkan ke peredaran darah serta pengaturan suhu tubuh.
Empedu mengalir dari hati melalui saluran empedu dan masuk ke usus halus. Dalam proses pencernaan ini, empedu berperan dalam proses pencernaan lemak, yaitu sebelum lemak dicernakan, lemak harus bereaksi dengan empedu terlebih dahulu. Selain itu, cairan empedu berfungsi menetralkan asam klorida dalam kimus, menghentikan aktivitas pepsin pada protein, dan merangsang gerak peristaltik usus.

b. Getah Pankreas
Getah pankreas dihasilkan di dalam organ pankreas. Pankreas ini berperan sebagai kelenjar eksokrin yang menghasilkan getah pankreas ke dalam saluran pencernaan dan sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormone insulin. Hormon ini dikeluarkan oleh sel-sel berbentuk pulau- pulau yang disebut pulau-pulau langerhans. Insulin ini berfungsi menjaga gula darah agar tetap normal dan mencegah diabetes melitus.
Getah pankreas ini dari pankreas mengalir melalui saluran pankreas masuk ke usus halus. Dalam pancreas terdapat tiga macam enzim, yaitu lipase yang membantu dalam pemecahan lemak, tripsin membantu dalam pemecahan protein, dan amilase membantu dalam pemecahan pati.

c. Getah Usus
Pada dinding usus halus banyak terdapat kelenjar yang mampu menghasilkan getah usus. Getah usus mengandung enzim-enzim seperti berikut.
1) Sukrase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
2) Maltase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan maltosa menjadi dua molekul glukosa.
3) Laktase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
4) Enzim peptidase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan peptida menjadi asam amino.

Monosakarida, asam amino, asam lemak, dan gliserol hasil pencernaan terakhir di usus halus mulai diabsorpsi atau diserap melalui dinding usus halus terutama di bagian jejunum dan ileum. Selain itu vitamin dan mineral juga diserap. Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, penyerapannya bersama dengan pelarutnya, sedangkan vitamin yang larut dalam air penyerapannya dilakukan oleh jonjot usus.

Penyerapan mineral sangat beragam berkaitan dengan sifat kimia tiap-tiap mineral dan perbedaan struktur bagian-bagian usus. Sepanjang usus halus sangat efisien dalam penyerapan Na+, tetapi tidak untuk Cl
–, HCO3
–, dan ion-ion bivalen. Ion K+ penyerapannya terbatas di jejunum.
Penyerapan Fe++ terjadi di duodenum dan jejunum. Proses penyerapan di usus halus ini dilakukan oleh villi (jonjot-jonjot usus). Di dalam villi ini terdapat pembuluh darah, pembuluh kil (limfa), dan sel goblet. Di sini asam amino dan glukosa diserap dan diangkut oleh darah menuju hati melalui sistem vena porta hepatikus, sedangkan asam lemak bereaksi terlebih dahulu dengan garam empedu membentuk emulsi lemak. Emulsi lemak bersama gliserol diserap ke dalam villi. Selanjutnya di dalam villi, asam lemak dilepaskan, kemudian asam lemak mengikat gliserin dan membentuk lemak kembali. Lemak yang terbentuk masuk ke tengah villi, yaitu ke dalam pembuluh kil (limfa).

Melalui pembuluh kil, emulsi lemak menuju vena sedangkan garam empedu masuk ke dalam darah menuju hati dan dibentuk lagi menjadi empedu. Bahan-bahan yang tidak dapat diserap di usus halus akan didorong menuju usus besar (kolon).
Selengkapnya...

Lambung Sebagai Organ Pencernaan

Lambung merupakan saluran pencernaan yang berbentuk seperti kantung, terletak di bawah sekat rongga badan. Anda dapat mengetahui bahwa lambung terdiri atas tiga bagian sebagai berikut.
a. Bagian atas disebut kardiak, merupakan bagian yang ber- batasan dengan esofagus.
b. Bagian tengah disebut fundus, merupakan bagian badan atau tengah lambung.
c. Bagian bawah disebut pilorus, yang berbatasan dengan usus halus.

Daerah perbatasan antara lambung dan kerongkongan terdapat otot sfinkter kardiak yang secara refleks akan terbuka bila ada bolus masuk. Sementara itu, di bagian pilorus terdapat otot yang disebut sfinkter pilorus. Otot-otot lambung ini dapat ber- kontraksi seperti halnya otot-otot kerongkongan. Apabila otot- otot ini berkontraksi, otot-otot tersebut menekan, meremas, dan mencampur bolus-bolus tersebut menjadi kimus (chyme).

Sementara itu, pencernaan secara kimiawi dibantu oleh getah lambung. Getah ini dihasilkan oleh kelenjar yang terletak pada dinding lambung di bawah fundus, sedangkan bagian dalam
dinding lambung menghasilkan lendir yang berfungsi melindungi dinding lambung dari abrasi asam lambung, dan dapat beregenerasi bila cidera. Getah lambung ini dapat dihasilkan akibat rangsangan bolus saat masuk ke lambung. Getah lambung mengandung bermacam-macam zat kimia, yang sebagian besar terdiri atas air. Getah lambung juga mengandung HCl/asam lambung dan enzim-enzim pencernaan seperti renin, pepsinogen, dan lipase.

Asam lambung memiliki beberapa fungsi berikut.
a. Mengaktifkan beberapa enzim yang terdapat dalam getah lambung, misalnya pepsinogen diubah menjadi pepsin. Enzim ini aktif memecah protein dalam bolus menjadi proteosa dan pepton yang mempunyai ukuran molekul lebih kecil.
b. Menetralkan sifat alkali bolus yang datang dari rongga mulut.
c. Mengubah kelarutan garam mineral.
d. Mengasamkan lambung (pH turun 1–3), sehingga dapat membunuh kuman yang ikut masuk ke lambung bersama bolus.
e. Mengatur membuka dan menutupnya katup antara lambung dan usus dua belas jari.
f. Merangsang sekresi getah usus.

Enzim renin dalam getah lambung berfungsi mengendapkan kasein atau protein susu dari air susu. Lambung dalam suasana asam dapat merangsang pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin ini berfungsi memecah molekul-molekul protein menjadi molekul- molekul peptida. Sementara itu, lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Selanjutnya, kimus akan masuk ke usus halus melalui suatu sfinkter pilorus yang berukuran kecil. Apabila otot-otot ini berkontraksi, maka kimus didorong masuk ke usus halus sedikit demi sedikit.
Selengkapnya...

Kerongkongan (Esofagus)

Kerongkongan merupakan saluran panjang (± 25 cm) yang tipis sebagai jalan bolus dari mulut menuju ke lambung. Fungsi kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari mulut menuju lambung. Bagian dalam kerongkongan senantiasa basah oleh cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada dinding kerongkongan untuk menjaga agar bolus menjadi basah dan licin. Keadaan ini akan mempermudah bolus bergerak melalui kerongkongan menuju ke lambung. Bergeraknya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak peristaltik pada otot dinding kerongkongan. Gerak peristaltik dapat terjadi karena adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara me-manjang dan melingkar. Proses gerak bolus di dalam kerongkongan menuju lambung

Sebelum seseorang mulai makan, bagian belakang mulut (atas) terbuka sebagai jalannya udara dari hidung. Di kerongkongan,epiglotis yang seperti gelambir mengendur sehingga udara masuk ke paru-paru. Ketika makan, makanan dikunyah dan ditelan masuk ke dalam kerongkongan. Sewaktu makanan bergerak menuju kerongkongan, langit-langit lunak beserta jaringan mirip gelambir di bagian belakang mulut (uvula) terangkat ke atas dan menutup saluran hidung. Sementara itu, sewaktu makanan bergerak ke arah tutup trakea, epiglotis akan menutup sehingga makanan tidak masuk trakea dan paru-paru tetapi makanan tetap masuk ke kerongkongan.
Selengkapnya...

Mulut Sebagai Organ Pencernaan

Makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Makanan ini mulai dicerna secara mekanis dan kimiawi. Di dalam mulut seperti Gambar 6.1, terdapat beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah (glandula salivales).


a. Gigi
Pada manusia, gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Di sini, gigi membantu memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membantu enzim-enzim pencernaan agar dapat mencerna makanan lebih efisien dan cepat. Selama pertumbuhan dan perkembangan, gigi manusia mengalami perubahan, mulai dari gigi susu dan gigi tetap (permanen). Gigi pertama pada bayi dimulai saat usia 6 bulan. Gigi pertama ini disebut gigi susu
(dens lakteus). Pada anak berusia 6 tahun, gigi berjumlah 20, dengan susunan sebagai berikut.
1) Gigi seri (dens insisivus), berjumlah 8 buah, berfungsi memotong makanan.
2) Gigi taring (dens caninus), berjumlah 4 buah, berfungsi merobek makanan.
3) Gigi geraham kecil (dens premolare), berjumlah 8 buah, berfungsi mengunyah makanan.

Struktur luar gigi terdiri atas bagian-bagian berikut.
1) Mahkota gigi (corona) merupakan bagian yang tampak dari luar.
2) Akar gigi (radix) merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.
3) Leher gigi (colum) merupakan bagian yang terlindung oleh gusi.

Adapun penampang gigi dapat diperlihatkan bagian- bagiannya sebagai berikut.
1) Email (glazur atau enamel) merupakan bagian terluar gigi. Email merupakan struktur terkeras dari tubuh, mengandung 97% kalsium dan 3% bahan organik.
2) Tulang gigi (dentin), berada di sebelah dalam email, tersusun atas zat dentin.
3) Sumsum gigi (pulpa), merupakan bagian yang paling dalam. Di pulpa terdapat kapiler, arteri, vena, dan saraf.
4) Semen merupakan pelapis bagian dentin yang masuk ke rahang.

b. Lidah
Lidah dalam sistem pencernaan berfungsi untuk membantu mencampur dan menelan makanan, mempertahankan makanan agar berada di antara gigi-gigi atas dan bawah saat makanan dikunyah serta sebagai alat perasa makanan.
Lidah dapat berfungsi sebagai alat perasa makanan karena mengandung banyak reseptor pengecap atau perasa. Lidah tersusun atas otot lurik dan permukaannya dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir (mukosa).

c. Kelenjar ludah
Terdapat tiga pasang kelenjar ludah di dalam rongga mulut, yaitu glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula sublingualis atau glandula submandibularis. Amati gambar 6.4 agar Anda mengenali letak ketiga kelenjar ludah tersebut.
Air ludah berperan penting dalam proses perubahan zat makanan secara kimiawi yang terjadi di dalam mulut. Setelah makanan dilumatkan secara mekanis oleh gigi, air ludah ber- peran secara kimiawi dalam proses membasahi dan mem- buat makanan menjadi lembek agar mudah ditelan. Ludah terdiri atas air (99%) dan enzim amilase. Enzim ini meng-uraikan pati dalam makanan menjadi gula sederhana(glukosa dan maltosa). Makanan yang telah dilumatkandengan dikunyah dan dilunakkan di dalam mulut oleh air liur disebut bolus. Bolus ini diteruskan ke sistem pencernaan selanjutnya.
Selengkapnya...

Proses Pencernaan

Proses pencernaan merupakan suatu proses yang melibatkan organ-organ pencernaan dan kelenjar-kelenjar pencernaan. Antara proses dan organ-organ serta kelenjarnya merupakan kesatuan sistem pencernaan. Sistem pencernaan berfungsi memecah bahan- bahan makanan menjadi sari-sari makanan yang siap diserap dalam tubuh.

Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan menjadi dua macam seperti berikut.
1. Proses mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan yang terjadi di lambung.
2. Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang bermolekul besar menjadi molekul yang berukuran kecil.

Makanan mengalami proses pencernaan sejak makanan berada di dalam mulut hingga proses pengeluaran sisa-sisa makanan hasil pencernaan. Adapun proses pencernaan makanan meliputi hal-hal
berikut.
1. Ingesti: pemasukan makanan ke dalam tubuh melalui mulut.
2. Mastikasi: proses mengunyah makanan oleh gigi.
3. Deglutisi: proses menelan makanan di kerongkongan.
4. Digesti: pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim, terdapat di lambung.
5. Absorpsi: proses penyerapan, terjadi di usus halus.
6. Defekasi: pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak berguna untuk tubuh melalui anus.
Selengkapnya...

Download Tabel Asam Basa

File ini gratis,
Tabel berisi :
Asam Kuat
Asam Lemah
Basa Kuat
Basa Lemah

Download
Selengkapnya...

Bermenung, Berkhayal, atau Bermimpi ?

Apakah tiga kata tersebut berbeda, atau memiliki makna yang sama? Mungkin kamu akan menjawab: berbeda. Jika kamu diminta untuk memilih salah satu diantara tiga kata tersebut, mana akan kamu pilih? Sebagian besar, banyak yang lebih memilih untuk BERMIMPI. Why?

Sebenarnya, bermenung, berkhayal ataupun bermimpi sama-sama tidak menuntut kita untuk melakukan semacam gerakan yang berat, namun hanya berdiam diri dan berpaut pada alam pikiran kita sendiri. Namun, diantara ketiga hal tersebut memiliki makna yang berbeda.

Saya kira jika seseorang bermenung berarti seseorang itu sedang melamun. Dan orang tersebut berada dalam pikiran, sehingga apa pun yang sedang ada di hadapannya tidak dipedulikan, sejatinya mata melihat namun tak sedikit pun yang terlihat. Bermenung hanya dilakukan seorang diri, tanpa orang lain tahu apa yang sedang dipikirkan ataupun direnungkan. Faktor utama yang membuat orang sering bermenung adalah karena masalah yang sedang dijalaninya sehingga hati tak pernah tenang. Masalah tersebut serasa memberatkan hidup, dan akhirnya tak mampu melakukan apa-apa lagi kecuali melamun.

Lanjut pada kata berikutnya, berkhayal. Sebenarnya apa alasan yang membuat orang berkhayal? Mengapa ada orang yang berkhayal? Mungkin bagi sebagian besar orang berkhayal dapat memiliki kesenangan sendiri karena dengan mengkhayal orang dapat merasakan apa yang tidak dirasakan dalam kenyataan hidupnya. Tetapi khayalan tetap hanyalah khayalan. Layaknya seseorang yang menyadari apa yang sedang ada padanya dan apa yang sedang dihadapinya, sehingga memiliki persepsi sendiri apa yang mungkin terjadi, dan apa yang mustahil terjadi. Tetapi saya kira sebagian orang terlalu banyak memasukkan sesuatu ke dalam kotak yang ‘mustahil terjadi.’ Jawabannya hanya karena satu hal, takut mangalami kekecewaan. Orang tidak berani menganggap sesuatu untuk mungkin terjadi karena satu anggapan, yaitu KHAYALAN. Khayalan tak dapat menjadi kenyataan.

Berbeda dengan hal yang satu ini, yaitu bermimpi. Sebenarnya apa itu mimpi? Mimpi itu lebih luas dari yang kita bayangkan. Apakah jika kita bermimpi, kita harus membaringkan diri terlebih dahulu di atas tempat tidur, lalu memejamkan mata, dan tidur? Apakah jika kita ingin bermimpi, kita harus tidur terlebih dahulu? Mungkin hal itu hanyalah jika diartikan secara etimologi. Banyak orang bijak yang mengakui bahwa setiap manusia berhak untuk bermimpi. Mimpi bukanlah khayalan, tapi mimpi adalah suatu bentuk motivasi awal yang ada pada diri setiap orang dalam menggapai yang diinginkan. Mungkin mimpi tak selalu menjadi bunga tidur seseorang di malam hari. Mimpi tak selalu datang dalam tidur kita. Mimpi juga tak dapat dipilih, ia datang begitu saja, terkadang indah namun terkadang juga buruk. Tapi mimpi juga bukan hanya sekedar mimpi. Mimpi adalah cita-cita. Mimpi adalah motivasi. Mimpi juga dapat menjadi kenyataan. Dan itulah alasannya kenapa setiap orang berhak bermimpi. satu hal yang pasti, jangan pernah takut untuk bermimpi !!

(Bintang Bagustari/SMA 10 Padang)
Selengkapnya...

Mau Beasiswa 8 Minggu di AS?

Beasiswa Indonesia English Language Study Program (IELSP) memberikan kesempatan untukmu yang sedang kuliah S1 dan minimal sudah berada di semester ke-5. Beasiswa ini selama 8 minggu di Amerika Serikat. Melalui beasiswa ini, teman-teman dapat mengikuti kursus bahasa Inggris di universitas-universitas di Amerika, mempelajari kebudayaan dan masyarakat Amerika Serikat. Kamu bisa mengikuti program immersion dalam kertas internasional sehingga kamu bisa bertemu peserta dari berbagai bangsa dan negara.

Persyaratan beasiswa:
Berusia antara 19-24 tahun,
Aktif sebagai mahasiswa S1 tahun ketiga, minimal semester 5 di berbagai universitas di Indonesia,
Belum mengikuti sidang kelulusan,
Memiliki nilai Internasional TOEFL atau TOEFL ITP minimal 450,
Memiliki prestasi akademik yang baik,
Aktif dalam kegiatan non-akademik dan organisasi,
Berkomitmen untuk segera kembali ke Indonesia setelah program ini selesai,
Mampu menggunakan komputer dengan baik,
Belum pernah belajar di Amerika Serikat atau negara lain selain Indonesia,
Memiliki sikap aktif, mandiri, bertanggung jawab, percaya diri, dan berpikiran luas.
Dokumen yang diperlukan
1 buah pas foto ukuran 4 x 6
1 lembar fotokopi KTP
1 lembar surat keterangan dari universitas/kampus bahwa kamu terdaftar sebagai mahasiswa aktif
transkrip nilai dari semester 1
1 lembar fotokopi Ijazah SMA (tidak perlu diterjemahkan)
1 lembar fotokopi Daftar Nilai Ujian SMA (tidak perlu diterjemahkan)
1 lembar surat referensi dari dosen di mana kamu sedang melanjutkan studi. Ada format tersendiri.
1 lembar fotokopi nilai TOEFL
Batas waktu pendaftaran

Formulir dan dokumen yang dibutuhkan harus sudah diterima IIEF paling lambat tanggal 18 November 2011.

Pengiriman

Formulir dapat dikirim ke:
IELSP Indonesian International Education Foundation (IIEF)
Menara Imperium Lt. 28 Suite B
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Kuningan
Jakarta 12980
(harap menuliskan IELSP di sudut kiri atas amplop)

Source : www.inioke.com
Selengkapnya...

Pengumumuman OSN 2011

Daftar peserta OSN 2011 dapat diunduh pada tulisan di bawah ini.



1. Matematika

2. Fisika

3. Biologi

4. Kimia

5. Komputer

6. Astronomi

7. Kebumian

8. Ekonomi
Selengkapnya...