Minggu, 27 November 2011

Perilaku Terpuji: Menghargai Karya Orang Lain

PERILAKU TERPUJI

Menghargai Karya Orang Lain

Menghargai hasil karya orang lain  salah satu upaya membina keserasian dan kerukunan hidup antar manusia agar terwujud kehidupan masyarakat yang saling menghormati dan menghargai sesuai dengan harkat dan derajat seseorang sebagai manusia.
Hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya :
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bekerjan dan menekuni kerjanya.” (HR Baihaqi)
Menghormati dan menghargai karya orang lain  tanpa memandang derajat, status, warna kulit, atau pekerjaan orang tersebut karena hasil karya merupakan pencerminan pribadi seseorang.
Berkarya  melakukan atau mengerjakan sesuatu sampai menghasilkan sesuatu yang menimbulkan kegunaan atau manfaat dan berarti bagi semua orang. Karya tersebut dapat berupa benda, jasa atau hal yang lainnya.
Keberhasilan seseorang tidak dicapai dengan mudah dan santai tapi dengan perjuangan yang gigih, ulet, rajin dan tekun serta dengan resiko yang menyertainya. Oleh karena itu, kita patut memberikan penghargaan atas jerih payah tersebut. Isyarat mengenai keharusan seseorang bersungguh-sungguh dalam berkarya dijelaskan dalam Al Qur’an sebagai berikut.
Artinya : “…Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh kerjaan yang lain.”
(QS Al Insyirah : 5-7),
Cara yang bisa diwujudkan untuk menghargai hasil karya orang lain adalah dengan tidak mencela hasil karya orang tersebut meskipun hasil karya itu menurut kita jelek. Memberikan penghargaan terhadap hasil karya orang lain sama dengan menghargai penciptanya sebagai manusia yang ingin dan harus dihargai. Bisa menghargai hasil karya orang lain merupakan sikap yang luhur dan mulia yang menggambarkan keadilan seseorang karena mampu menghargai hasil karya yang merupakan saksi hidup dan bagian dari diri orang lain tanpa melihat, kedudukan , derajat, martabat, status, warna kulit dan pekerjaan orang tersebut.



A. Etika Islam Dalam Berkarya Dan Tujuannya.
Karya (Sanskerta)  kerja, usaha, ikhtiar
Q.S Al-Qasas 27.28
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhir dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari (kenikmatan dunia).”
Sabda Rasulullah S.A.W (H.R. Tabrani)
“Bekerja mencari rezeki yang halal itu wajib bagi setiap muslim.”

**Karya  ciptaan atau hasil dari pekerjaan manusia
Proses sebuah karya memerlukan :

- Usaha
- Kesabaran
- Biaya
- Ilmu pengetahuan


 Dengan berfikir – dalil (Q.S Al Baqarah 2:164)

Etika Islam dalam bekerja :
1. Melandasi kerja dengan niat ikhlas karena Allah , mengharapkan ridho Allah S.W.T
2. Mencintai pekerjaan tersebut agar mencapai hasil yang optimal
3. Mengawali setiap pekerjaan dengan mengucapkan basmalah
4. Melaksanakan pekerjaan dengan cara yang halal
5. Tidak melaksanakan kerja yang sifatnya mendurhakai Allah SWT

6. Bekerja sesuai dengan kemampuan
7. Jujur dan dapat dipercaya
8. Sabar dan bersyukur
9. Seimbang antara dunia dan akhirat

B. Tujuan Menghargai Karya Orang Lain
1. Menjalin silaturrahim
2. Agar pembuat karya merasa senang
ﺧﻴﺭﺍﻟﻨﺎﺲ ﻤﻦ ﻳﻨﻔﻊ ﻠﻠﻨﺎ ﺱ (ﺮﻮﺍﻩ ﻤﺗﻔﻕ ﻋﻠﻴﻪ)
Artinya : “Sebaik-baik manusia adalah orang yang selalu memberi manfaat kepada manusia lain.” (HR Muttafaqun Alaih)

3. Mendorong pembuat karya untuk mempertahankan dan mengangkat kualitas karya ke arah yang lebih baik
4. Menjauhkan diri dari sifat suka menghina atau mencela
5. Meningkatkan taraf hidup pembuat karya

C. Sikap Menghargai Karya Orang Lain

1. Mau bertegur sapa dan menunjukkan harmonis muka pada orang yang berkarya
2. Memberikan pujian kepadanya
3. Menuliskan prestasinya pada media
4. Memberi hadiah kepadanya
5. Tidak merasa iri/ dengki kepadanya
6. Memberi selamat dan berjabat tangan kepadanya
7. Tidak mengambil keuntungan darinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar