Senin, 03 Maret 2014

Mengatasi Kejenuhan dalam Belajar

Kejenuhan dalam belajar mungkin pernah kita rasakan. Semua itu wajar kok! tak bisa dipungkiri bahwa kejenuhan adalah faktor utama yang menyebabkan banyaknya pelajar malas dalam melanjutkan pelajarannya. Tapi, rasa seperti itu sebetulnya bisa kita atasi dengan memperhatikan tips berikut ini...

Mengakali rumus atau teori
Sadar atau tidak, jika kita kebanyakan menghafal rumus atau teori, otak kita bisa menjadi terasa mampet. Akibatnya, yang ada kita jenuh dan tidak bisa berfikir lagi. Untuk mengatasinya, coba rumus atau teori itu, kita jadikan sesuatu yang baru. Misalnya, dengan menggunakan Mind Mapping atau Peta Pikiran. Mungkin juga dengan kata yang mudah diingat seperti warna pelangi yaitu MejiKuHiBiNiU atau susunan tata surya yaitu MeVebuMaJuSaUrNep.

Target dan tantangan
Tak ada target atau tantangan dalam belajar juga bisa membuat kita jenuh. Misalnya, kita mempelajari hal yang itu-itu saja tak ada kemajuan sama sekali. Sehingga kita mesti ada pendorong diri kita sendiri dengan membuat target dan tantangan dalam belajar.

Sesekali ubah cara belajar
Cara belajar yang sama juga bisa menyebabkan kejenuhan. Oleh karena itu, tak ada salahnya kita merubah cara belajar kita sehari-hari. Misalnya jika memang kamu terbiasa menyendiri di tempat yang sepi, cobalah buat suasana belajar kamu dengan ditemani musik atau belajar bersama kelompok.

Suasana baru pada tempat belajar
Jangan sungkan untuk mengubah posisi tempat belajar kita. Jika perlu, beri bunga diatas meja belajar kita atau mungkin foto idola. Begitu juga dengan belajar dikelas. Jika itu merasa jenuh, jangan pernah ragu untuk pindah posisi belajar yang nyaman pada guru dikelas kamu, atau kita juga bisa meletakkan barang-barang kesukaan yang bisa membuat kamu makin semangat belajar didalam kelas.

Cukup istirahat dan makan 
Rasa kejenuhan dalam belajar bisa kita atasi dengan cukup istirahat dan makan. Apabila pada saat kita belajar terasa perut keroncongan, mata berkunang-kunang atau malah pendengaran kita berkurang, jangan ragu untuk berhenti belajar sejenak, itu merupakan tanda bahwa fisik dan indera kita sudah tak sanggup lagi menerima pelajaran.

Pilih waktu belajar yang tepat
Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengelola materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

Kembangkan materi yang sudah dipelajaran
Jika kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berfikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya, jika masih belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Dengan cara ini bisa mengajak kita untuk selalu berfikir jauh kedepan dan lebih kritis.

Mencatat pokok-pokok pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah kita baca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nantinya akan berguna untuk pendamping kita dalam menghadapi ujian.

1 komentar: