Senin, 02 April 2012

Ratusan Siswa Terancam Ikut UN di "Pengungsian"

*Sobat pelajar, ternyata di sekeliling kita masih banyak teman yang sekolahnya rusak dan belum diperbaiki oleh pemerintah... betapa menyedihkan.. *

SUMENEP
, Ratusan siswa di empat sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terancam mengungsi saat mengikuti Ujian Nasional (UN) pada awal Mei mendatang. Pasalnya, gedung sekolah mereka yang rusak di terjang puting beliung Februari lalu hingga kini belum diperbaiki oleh pemerintah setempat.
Keempat sekolah tersebut meliputi SDN Deremista III Kecamatan Lenteng, SDN Sawah Sumur Kecamatan Arjasa Pulau Kangean, SDN Ganding II Kecamatan Ganding dan SDN Parenduan Kecamatan Paragaan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Yayak Nur Wahyudi menyatakan, perbaikan gedung empat SD tersebut akan segera dikerjakan karena dananya sudah disediakan dari dana rehab APBN tahun 2012 ataupun Dana Alokasi Khusus (DAK).
"Kita upayakan secepatnya dikerjakan mengingat pelaksanaan UN sudah di depan mata," terangnya, Selasa (27/3/2012).
Namun sekolah yang diprioritaskan untuk segera dilakukan perbaikan yakni SDN Deremista III. Perbaikan sekolah itu akan di mulai April ini dengan menggunakan dana rehab APBN 2012.
Sementara itu perbaikan untuk tiga sekolah lainnya masih direncanakan Mei, karena dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di mana proses lelang proyeknya baru pada April mendatang.
"Pekerjaan proyeknya sudah kita jadwalkan sesuai dengan masa anggaran. Jadi kita harus mengacu pada jadwal itu dan tidak perlu terburu - buru meskipun dalam keadaan emergency," tambahnya.
Ditegaskan Yayak, jika proses rehab gedung tidak selesai sampai masa pelaksanaan UN, maka Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, perlu untuk mencari tempat alternatif.
"Tidak mungkin kita menempati rumah warga seperti di SDN Daramista III sekarang, kalau saat pelaksanaan UN. Kita akan cari gedung yang representatif untuk pelaksanaan ujian," imbuhnya.
Sementara itu, Dulsiam, Ketua Komisi D DPRD Sumenep, menyayangkan lambannya Disdik Sumenep untuk merehab gedung sekolah tersebut. Padahal anggaran rehabnya sudah di dok awal tahun kemarin.
"Disdik secepatnya mencari alternatif jika memang tidak bisa menyelesaikan rehab dalam waktu singkat," ungkap Dulsiam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar