Rabu, 30 April 2014

English Idol Competition

Himpunan Masyarakat Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Bung Hatta kembali mengadakan kegiatan English Idol Competitions 2014 dengan tema “Burn Your English Out And Be The Next Extraordinary Idol” yang akan dilaksanakan pada 17 Mei 2014 mendatang di Aula Balairung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta.

Hanifia Zakia, ketua pelaksana mengatakan English Idol Competitions merupakan salah satu wadah bagi pelajar SMA dan Mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Kegiatan ini sekaligus juga berperan sebagai sarana pengembangan life skills bagi pelajar SMA dan Mahasiswa. 

“Bahasa Inggris merupakan bahasa yang sangat berpengaruh dan digunakan dalam berbagai bentuk pekerjaan maupun bidang ilmu seperti ekonomi, politik, sosial, budaya maupun kesehatan. Oleh karena itu, pelajar SMA dan mahasiswa diharapkan mampu menggunakan bahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan,” ujarnya.

Sementara itu Aulian Syaiful Acheen Ketua Himpunan Masyarakat Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menyampaikan kegiatan ini merupakan program rutin tahunan dari himpunan. “Melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas berbahasa Inggris dan menjadi salah satu sarana untuk mengekspresikan bakat dan minat, serta mengembangkan life skills dalam diri pelajar SMA Se-Sumatera Barat dan mahasiswa Se-Kota Padang.

 Kegiatan English Idol Competitions 2014 ini akan diadakan kompetisi Singing Competition (Kompetisi Menyanyi), Story Telling (Mendongeng), Instrumental Poetry (Musikalisasi Puisi) dalam bahasa Inggris. Pendaftaran English Idol Competitions 2014 ini dengan insert Rp.50.000,- per item kegiatan dimulai dari sekarang hingga 16 Mei 2014 di Kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta atau registrasi via online dengan klik http://eic2014.blogspot.com.

 Teknikal Meeting untuk Singing Competition pada 16 Mei 2014 pukul 13.00 WIB di Aula Balairung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta Informasi lengkapnya dapat hubungi Yezza 082381414994 dan Hanifa 085364110123, dapat follow @PingersFKIP_UBH dan email esa_fkip_ubh@yahoo.com. Peserta Terbatas..! Rel via Humas UBH -

Source: www.inioke.com
Selengkapnya...

Jumat, 21 Maret 2014

Luar Biasa ! Ide Genius dalam Memanfaatkan Barang Terbuang

Sobat Pelajar, kali ini Bintang mau share beberapa ide genius di dunia dalam mengolah barang bekas menjadi luar biasa berguna !



Mungkin teman-teman sekalian pernah terobsesi untuk melakukan hal ini.. atau mungkin ada yang baru ingin mencoba melakukan ide gila seperti hal-hal berikut ini -->





















Selengkapnya...

Senin, 03 Maret 2014

Guru yang Profesional


  • Memiliki kadar pengetahuan yang maju (update) di mata pelajaran spesialisnya
Seorang guru yang memiliki pengetahuan yang maju akan menghasilkan pula anak didik yang berkualitas pula. Guruu yang sangat menguasai wilayah mata pelajarannya, guru yang lebih siap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari siswa-siswinya dengan jawaban yang dapat dipahami. Tidak gugup dan penjelasannya tidak membingungkan.

  • Berpengalaman mengajar (+3thn)
Seorang guru yang sudah berpengalaman cenderung mengetahui trik trik menghadapi berbagai macam karakter pelajar. Sang guru akan senantiasa memberikan metode praktikum untuk materi baru kepada anak didiknya. Dia juga lebih mampu mengindividualisir pelajaran agar cocok dengan kebutuhan anak didiknya, serta akan lebih bijaksana dalam memberikan hukuman kepada salah satu siswa nya yang melanggar peraturan di kelasnya.
  • Lisannya jelas
Jika seorang guru dengan kemampuan verbal yang tinggi dan mempunyai kosakata yang luas akan cenderung menghasilkan siswa yang dapat mengerjakan tes standar secara lebih baik. Seorang guru juga harus mampu menyampaikan materi dengan bahasa yang dapat dimengerti.
  • Antusias
Jika seorang guru memiliki antusisme yang baik terhadap anak didiknya... dengan menunjukan antusiasme pada saat mengajar, itu akan memotivasi semangat siswa untuk belajar di mata pelajarannya. Antusias bisa dilakukan dengan cara penyampaian materi dengan vokal yang bersemangat, serius dan santai...  gerakan tangan, sedikit praktikum yang singkat, senyuman yang ramah, kontak mata kepada setiap siswa dengan ramahnya. Antusiasme seorang guru juga musti diikuti dengan meningkatkan penyimpanan memori dikalangan siswanya, jadilah seorang guru yang bersahabat sehingga semua anak didiknya tidak akan merasa sungkan untuk bertanya.
  • Peduli
Tunjukanlah sebuah kepedulian yang tulus, benar-benar memperhatikan setiap perkembangan siswa-siswi nya. Bersikaplah ramah dan selalu ingin mendengarkan setiap keluhan para siswanya maupun orang tua siswa. Sehingga akan terjalin suasana yang nyaman serta keterbukaan yang akan menciptakan sebuah kedekatan yang hangat.
  • Ceria dan santai
Kepribadian amatlah sangat penting bagi siapapun, termasuk yang terpenting adalah bagi seorang guru,.. karena dari seorang guru lah masa depan akan tercipta. Setiap siswa-siswi dimanapun itu pastilah mengidamkan seorang guru yang ceria dan santai dlam pengajarannya namu tetap tegas.. it's fun the class.. ^_^ 
  • Selektif dalam memberikan tugas
Memberi PR kepada siswa adalah hal yang mutlak, bahkan wajib... karena dengan memberikan tugas rumah, mereka akan mengasah kemampuan belajar mereka sehari itu dengan menguji kemampuan atas pelajaran mereka di sekolah. Tapi wajib di ingat juga, semua murid pastinya akan jauh lebih dihargai atas PR nya itu dengan sebuah nilai di buku tugasnya tersebut. Jadi berilah penilaian tertulis pada setiap buku tugas mereka.. dengan begitu mereka akan semakin semangat dan kalo nilai tugasnya jauh dari memuaskan mereka past akan terus belajar sampai mendapatkan nilai yang sangat memuaskan.. :D

Semoga GURUGURU makin TOP ^_^
by Neza (Goesmart)

Selengkapnya...

Mengatasi Kejenuhan dalam Belajar

Kejenuhan dalam belajar mungkin pernah kita rasakan. Semua itu wajar kok! tak bisa dipungkiri bahwa kejenuhan adalah faktor utama yang menyebabkan banyaknya pelajar malas dalam melanjutkan pelajarannya. Tapi, rasa seperti itu sebetulnya bisa kita atasi dengan memperhatikan tips berikut ini...

Mengakali rumus atau teori
Sadar atau tidak, jika kita kebanyakan menghafal rumus atau teori, otak kita bisa menjadi terasa mampet. Akibatnya, yang ada kita jenuh dan tidak bisa berfikir lagi. Untuk mengatasinya, coba rumus atau teori itu, kita jadikan sesuatu yang baru. Misalnya, dengan menggunakan Mind Mapping atau Peta Pikiran. Mungkin juga dengan kata yang mudah diingat seperti warna pelangi yaitu MejiKuHiBiNiU atau susunan tata surya yaitu MeVebuMaJuSaUrNep.

Target dan tantangan
Tak ada target atau tantangan dalam belajar juga bisa membuat kita jenuh. Misalnya, kita mempelajari hal yang itu-itu saja tak ada kemajuan sama sekali. Sehingga kita mesti ada pendorong diri kita sendiri dengan membuat target dan tantangan dalam belajar.

Sesekali ubah cara belajar
Cara belajar yang sama juga bisa menyebabkan kejenuhan. Oleh karena itu, tak ada salahnya kita merubah cara belajar kita sehari-hari. Misalnya jika memang kamu terbiasa menyendiri di tempat yang sepi, cobalah buat suasana belajar kamu dengan ditemani musik atau belajar bersama kelompok.

Suasana baru pada tempat belajar
Jangan sungkan untuk mengubah posisi tempat belajar kita. Jika perlu, beri bunga diatas meja belajar kita atau mungkin foto idola. Begitu juga dengan belajar dikelas. Jika itu merasa jenuh, jangan pernah ragu untuk pindah posisi belajar yang nyaman pada guru dikelas kamu, atau kita juga bisa meletakkan barang-barang kesukaan yang bisa membuat kamu makin semangat belajar didalam kelas.

Cukup istirahat dan makan 
Rasa kejenuhan dalam belajar bisa kita atasi dengan cukup istirahat dan makan. Apabila pada saat kita belajar terasa perut keroncongan, mata berkunang-kunang atau malah pendengaran kita berkurang, jangan ragu untuk berhenti belajar sejenak, itu merupakan tanda bahwa fisik dan indera kita sudah tak sanggup lagi menerima pelajaran.

Pilih waktu belajar yang tepat
Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengelola materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

Kembangkan materi yang sudah dipelajaran
Jika kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berfikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya, jika masih belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Dengan cara ini bisa mengajak kita untuk selalu berfikir jauh kedepan dan lebih kritis.

Mencatat pokok-pokok pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah kita baca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nantinya akan berguna untuk pendamping kita dalam menghadapi ujian.
Selengkapnya...

Program Beasiswa Etos

Beastudi Etos adalah beasiswa untuk anak-anak muda lulusan SMA yang tengah memperjuangkan cita-citanya agar dapat kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pilihan. Anak-anak muda ini tengah memperjuangkan masa depan mereka meski berangkat dari keterbatasan dan hambatan khususnya secara ekonomi. Beastudi Etos memiliki mimpi besar bagi perbaikan Bangsa Indonesia melalui program pengembangan SDM. Oleh karena itu, dalam Beastudi Etosyang di berikan tidak hanya bantuan biaya pendidikan dan uang saku.Beastudi Etos juga memperkuatnya dengan aktivitas pembinaan pengembangan diri dan kehidupan berasrama. Beastudi Etosdihadirkan untuk Indonesia yang lebih baik.
Fasilitas yang diberikan :
  • Penggantian biaya masuk PTN
  • SPP Semester I dan II
  • Uang saku Rp. 450.000 - Rp. 500.000 per bulan selama empat tahun
  • Akomodasi asrama selama 3 tahun. Asrama adalah media pembinaan dan pendampingan intensif para etoser guna mencetak pribadi dan komunikasi produktif. Asrama juga dikelola untuk meningkatkan kebersamaan dan loyalitas etoser dan menjadi bagian dari sistem kerja utama program Beastudi Etos.
  • Pelatihan, pembinaan dan pendampingan 4 domain (spiritual, akademik, pengembangan diri, sosial) selama 4 tahun. Secara umum ada 3 bagian pembinaan, yaitu pembinaan asrama (harian), pembinaan rutin (pekanan) dan pembinaan nasional (tahunan). Pelatihan pembinaan dan pendampingan ini dilakukan berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi untuk pengembangan prestasi.
Contact Person:
Uswatun Hasanah (089 669 500 640) email: faitchone.uswah@gmail.com FB:Uswatun Hasanah Twittwer: Uswah Al Sra Website: www.etos.sor.id

Selengkapnya...

Rabu, 12 Februari 2014

Sobat Pelajar, Pernahkah Kamu Menyontek ?

Hai sopel..
Ketika ditanyai perihal menyontek, apa yang akan kamu jawab? Pernah?
Kalau pernah, apa yang kamu lakukan sebelum menyontek?



Tadi Bintang ga sengaja nemuin gambar ini,
jadi kepikiran sendiri...
Gambarnya lebay, mana mungkin ada guru,pengawas, yang bawa2 papan "Dilarang Mencontek" seperti itu dalam dunia nyata. Selama ini ketika nanyain ke teman-teman lain menurut kalian kerjaannya pengawas ngapain? Kesimpulannya, 'kebanyakan' pengawas ujian hanya duduk duduk saja... kalo jalan-jalan capek, kalo capek jadi ngantuk, kalo ngantuk ya ketiduran..
Males tidur ya baca koran atau bahkan main game

Siswa lebih hafal gerak gerik pengawas.........Inilah kenyataannya, ironinya ya itu, ketika ujian jadi kebalik,siswa mengawasi pengawas!

Pertanyaannya, ketika telah bertindak baik, masih perlukah kita mengawasi pengawas? Jawabannya ya, tidak atau.. bisa jadi !!
Selengkapnya...

Sobat Pelajar, Are You Happy?


Jujur, Bintang sebenarnya gak tau ini gambar dibikin sama siapa.. Tapi jika dilihat-lihat, Indonesia berada di dua paling bawah, setelah Peru!
Apa memang beginikah sekolah di Indonesia.. tapi jika dilihat dari gambar tersebut siswanya memiliki tingkat "happy" banget dengan sekolahnya.. ya bisa dikatakan enjoy-enjoy aja. Sayangnya, ke-happy-an nya itu tidak sebanding dengan score yang didapatkan. Lalu apa masalahnya?

Mungkinkah teori dan pelaksanaannya berbeda di lapangan? Toh, Indonesia bukan negara bodoh. Olimpiade tingkat internasional pun sebenarnya Indonesia memegang kejuaraan sempat berkali-kali

Sekali lagi, ini perlu dibuktikan. Lagi-lagi sasaran pembuktiaanya ke Mbah Google..
Iseng-iseng aku coba ketik keyword potret pendiidkan Indonesia, yang keluar di bagian awal adalah ini -->

Ini sih, namanya bukan happy. Ternyata sangat miris melihat masih ada sobat-sobat pelajar lain di ujung sana yang sedang bertarung nyawa agar dapat bersekolah

So what will you choose for the future?

Happy dan dapatkan skor tinggi,
Unhappy namun bisa dapat skor tinggi
Happy dan dapatkan skor rendah,
ato bahkan unhappy sdan dapat skor rendah??
Selengkapnya...