Jumat, 24 Agustus 2012

BI Minta Keuangan Masuk Kurikulum SMP hingga PT

JaKARTA,- Pekan lalu, Wakil Presiden Boediono telah menetapkan hari Rabu sebagai Hari Menabung Nasional. Penetapan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan keuangan kepada generasi muda. Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad mengatakan, terkait pencanangan ini, bank-bank akan melakukan kampanye ke sekolah-sekolah setiap hari Rabu, dengan menawarkan produk-produk keuangan.

Selain itu, ia mengungkapkan, Bank Indonesia juga telah melakukan perjanjian dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk memasukkan pengetahuan keuangan dalam kurikulum sekolah mulai dari SMP hingga Perguruan Tinggi.

"Empat puluh persen dari masyarakat Indonesia belum terhubung dengan bank dan badan keuangan. Artinya tidak punya tabungan, asuransi, atau pun hubungan keuangan lainnya," kata Muliaman, saat menerima rombongan Forum Pelajar Indonesia, di Bank Indonesia, Rabu (4/7/2012).

Forum Pelajar Indonesia, yang terdiri dari ratusan siswa dari seluruh Tanah Air, akan mengikuti workshop dan dialog seputar keuangan dengan bekerja sama dengan Bank Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran pelajar tentang keuangan sehingga berperan aktif dalam usaha menyadarkan masyarakat terhadap perencanaan keuangan yang masih minim.

Sumber : kompas.com
Selengkapnya...

Mahasiswa Hanya Bayar SPP, PTN Setuju asal...

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmaloka mengatakan, pemerintah harus menghitung secara rinci berapa kebutuhan biaya yang diperlukan oleh setiap perguruan tinggi negeri (PTN). Hal itu ia katakan menyusul adanya rencana pemerintah untuk menutup biaya operasional mahasiswa di PTN melalui Bantuan Operasional PTN.

 "Tentu setuju, tapi dengan catatan. Semua harus dihitung supaya niat baiknya terlaksana tanpa membebani PTN," kata Akhmaloka, di ITB, Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/7/2012) malam. Seperti diberitakan, mulai tahun depan pemerintah berencana membebaskan semua biaya perkuliahan di PTN, kecuali biaya SPP.

Untuk itu, pemerintah akan menutup biaya operasional PTN dengan cara meningkatkan jumlah dana BO PTN. BO PTN sendiri baru mulai digelontorkan tahun ini sekitar Rp 1,5 triliun. Pada 2013, jumlah tersebut akan ditambah sekitar Rp 3,5 triliun. Akan tetapi, diakui Akhmaloka, sampai saat ini semua PTN belum menerima dana yang berasal dari APBN Perubahan 2012 tersebut sehingga melahirkan polemik lain bagi pelaksanaan pendidikan di PTN.

"Sudah disahkan dari APBN Perubahan, tapi kita belum menerima dan belum bisa mengeksekusi bantuan tersebut," ungkapnya. Sebagai informasi, ditingkatkannya dana BO PTN merupakan upaya pemerintah untuk menutup Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Setiap tahun, negara menerima sekitar Rp 12 triliun melalui PNBP dari seluruh PTN. Setengah dari jumlah Rp 12 triliun itu berasal dari tujuh Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PT BHMN), sedangkan sisanya diperoleh dari partisipasi mahasiswa di PTN melalui biaya SPP, sumbangan pembangunan gedung, dana hibah penelitian, dan lain-lain.

Pemerintah bertekad menutup setengah dari PNBP tersebut supaya tahun depan semua mahasiswa di PTN mendapat banyak keringanan karena hanya perlu membayar biaya SPP.

Sumber : http://www.kompas.com
Selengkapnya...

Setelah 3 Tahun, ITB Buka Jurusan Keamanan TI

Pesatnya kemajuan teknologi informasi (TI) dan minimnya keamanan TI membuat sejumlah jajaran Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka jurusan dalam bidang Keamanan Informasi.

 "Ide untuk didirikannya jurusan teknik keamanan Informasi ini sebenarnya sudah ada sejak tiga tahun yang lalu dengan ditandai pengajuan proposal ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dan baru direstui oleh pemerintah pada minggu kemarin," kata Penanggung jawab program Yusep Rohmansyah di ITB Jalan Ganecha Kota Bandung, Jumat (20/7/2012).

 Yusep mengatakan, bahwa jurusan keamanan informasi sangat penting di tengah kemajuan TI yang semakin meningkat, serta ditambah petugas keamanan internet di Indonesia masih sangat minim.

"Seperti contoh dalam suatu Bank dijaga oleh satu satpam, tentunya itu sangat berisiko tinggi. Yah, begitulah kondisi kemanan internet di Indonesia saat ini," ujarnya.

"Progam ini akan dibuka untuk strata 2 di bawah Fakultas Teknik Elektro dan Informatika. Rencananya progam ini akan dibuka pada tahun 2012," ucapnya.

Ia menuturkan sebelum rencana jurusan tersebut direstui oleh Kemendikbud, ITB sudah membuka terlebih dahulu progam S3 jurusan teknik keamanan informasi.

Sumber : http://www.inilahjabar.com
Selengkapnya...

2013 Biaya Kuliah Bakal Lebih Murah

Bervariasinya sumbangan dan pungutan yang harus ditanggung oleh mahasiswa merupakan dasar pemerintah untuk menghapus biaya pendidikan tinggi, kecuali Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Rencananya, kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada tahun 2013 mendatang.

 “Isu awalnya itu adalah SPP tunggal. SPP tunggal itu muncul karena fakta dilapangan sumbangan yang harus ditanggung mahasiswa bervariasi,” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, di Jakarta, Kamis (19/7).

Menurutnya, ada biaya yang harus ditanggung selain SPP itu terjadi karena terbatasnya subsidi dan bantuan yang diberikan oleh negara ke PTN. Sehingga, mau tidak mau PTN terpaksa menarik biaya dari masyarakat, guna memenuhi kebutuhan dan mengembangan kampus.

“Karena sumbangan-sumbangan itu ada karena pemerintah memberikan subsidi yang kecil, sehingga mengambil dari masyarakat. Sekarang pemerintah sudah memiliki uang, sehingga kedepan hanya dibebankan SPP saja,” tuturnya. Kedepan, mantan Rektor ITS itu optimis bahwa biaya pendidikan tinggi jauh lebih murah.

Dijelaskan, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari PTN sekitar 12 triliun. Sekitar enam triliun didapat dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), sedangkan sisanya berasal dari PTN. Dari angka tersebut, sudah dapat menanggung biaya operasional di pendidikan tinggi.

“Jadi mereka tidak perlu membayar lagi, hanya membayar SPP yang tidak mahal, sekitar satu sampai dua juta per semester, dan biasanya itu lebih murah ketimbang di SMA. Saya optimis akan lebih murah,” ujar Nuh. Lebih lanjut dia mengatakan, kedepan pemerintah akan menetapkan standar pembiayaan. Sehingga, pihak PTN tidak perlu lagi menetapkan standar biaya pendidikan.

“Misalnya untuk program studi arsitektur biayanya Rp 1,5 juta untuk wilayah X, maka PTN diwilayah itu tidak dapat menetapkan biaya lebih dari plafon itu,” tegas mantan Menkominfo itu.

Sumber : http://www.suaramerdeka.com
Selengkapnya...

Benarkah Berpikir Bikin Kurus?

Berpikir keras memang sangat menguras tenaga, maka wajar kalau terasa letih sesudahnya. Namun jangan harap bisa kurus hanya dengan berpikir saja, tetap harus olahraga karena otak manusia hanya butuh daya setara dengan lampu 12 watt.

Menurut berbagai penelitian, ukuran otak manusia tidak lebih dari 1,4 kg atau paling-paling cuma 2 persen dari berat badan total. Meski demikian, konsumsi energinya cukup besar yakni 20 persen dari Resting Metabolic Rate (RMR) yang nilainya rata-rata 1.300 kilokalori/hari.

Besarnya RMR bervariasi tergantung usia, berat badan serta aktivitas fisik yang dilakukan. Namun yang jelas, 20 persen dari RMR tidak akan cukup untuk membuat kurus karena angkanya hanya sekitar 260 kilokalori yang dihasilkan secara bertahap sebanyak 10,8 kilokalori perjam.

Bila dikonversi agar bisa dibandingkan dengan konsumsi daya pada peralatan listrik, maka akan tampak bahwa jumlah kalori yang dibutuhkan oleh otak sangatlah kecil. Berikut ini perhitungannya seperti dikutip dari Huffingtonpost, Jumat (20/7/2012). RMR: 1.300 kilokalori (kkal) 1.300 kkal selama 24 jam = 54,16 kkal/jam = 15,04 kal/detik 15,04 kal/detik = 62,93 joule/detik = 63 watt 20 persen dari 63 watt = 12,6 watt

Berdasarkan perhitungan tersebut, daya yang dibutuhkan oleh otak untuk berpikir hanya setara dengan daya yang dibutuhkan oleh lampu 12 watt! Kalau untuk ukuran lampu pijar, daya sekecil ini hanya cukup untuk penerangan saat tidur agar mata tidak silau.

Namun rendahnya konsumsi daya pada otak juga menunjukkan bahwa organ ini bekerja dengan sangat efisien. Bandingkan dengan superkomputer Watson milik IBM misalnya, yang tergantung pada 90 unit server IBM Power 750 yang masing-masing membutuhkan daya 1.000 watt. Pesannya adalah, jangan pernah berpikir bahwa hanya dengan berpikir saja maka tubuh akan menjadi kurus. Butuh olahraga untuk membakar lebih banyak kalori, selain juga untuk melatih otot jantung dan pembuluh darah supaya terjaga kebugarannya.

Sumber : http://www.detik.com
Selengkapnya...

Belajar Sambil Menulis Bikin Ingatan Lebih Tajam

Ketika Anda sedang belajar untuk menghadapi ujian, lebih baik gunakan metode belajar dengan menulis baik menggunakan pensil atau pena daripada mengetik menggunakan komputer.

Sebuah studi menunjukkan bahwa menulis dengan cara konvensional dapat membantu otak bekerja lebih efektif dibandingkan mengetik dengan menggunakan komputer.

Seperti dilansir dari thedoctorwillseeyounow, Senin (16/7/2012), peneliti menemukan bahwa struktur tertentu dalam otak yang dikenal sebagai wilayah Broca, diaktifkan pada peserta yang belajar dengan menulis, tapi tidak dengan peserta yang belajar dengan mengetik.

Area Broca tersebut sangat penting terhadap kemampuan berkomunikasi seseorang di depan umum dan persepsi terhadap tindakannya.

Para peneliti juga menyatakan bahwa belajar sambil menulis dapat menciptakan 'memori motorik' yang membantu seseorang untuk dapat belajar lebih baik. Memori motorik tersebut terbentuk karena adanya hubungan antara membaca dan menulis, tetapi tidak dengan mengetik.

Ketika Anda menulis, otak mendapatkan umpan balik dari otot-otot yang melakukan pekerjaan melalui rangkaian pekerjaan yang dilakukan tangan dan mata, sehingga terbentuk memori yang lebih baik. Inilah sebabnya mengapa orang yang belajar menggunakan pensil atau pena lebih mudah dalam mengingat alfabet asing.

Sumber : http://www.detik.com
Selengkapnya...

Cara Mengelola Waktu Belajar

Dalam sehari, kita punya 24 jam untuk diisi dengan berbagai aktivitas. Akan tetapi, dengan waktu 24 jam ini, terkadang kita masih sulit untuk mengalokasikannya sebagai waktu belajar. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda membutuhkan strategi dalam mengelola waktu studi. Caranya, siapkan kerangka jadwal kegiatan yang akan Anda laksanakan dalam jangka waktu yang panjang terlebih dahulu.

http://www.kompas.com Selengkapnya...

Senin, 20 Agustus 2012

Kiat bijak memilih Perguruan Tinggi Menuju Indonesia Bangkit #Tips Memilih Perguruan Tinggi

Keputusan melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi merupakan pilihan yang ideal. Mengingat persaingan SDM semakin ketat dan penuh kejutan. Siapapun tidak mau menjadi pecundang, sebaliknya mereka ingin menjadi pemenang ditengah-tengah kehidupan manusia.
Keterbatasan sumberdaya ditengah-tengah kesulitan perekonomian keluarga dan rendahnya informasi, menjadikan memilih perguruan tinggi adalah pekerjaan yang sulit. Keputusan yang salah pada akhirnya akan membawa penyesalan dan pengorbanan yang besar. Arah putar jam tidak mungkin diputar balik kembali.Berikut ini disampaikan beberapa kiat sukes memilih pergurun tinggi:
1. Menguji derajat kemauan untuk studi lanjut.
Kegagalan memilih perguruan tinggi dapat menjadi kenyataan dengan melihat seberapa kuat kemauan dan semangat calon mahasiswa itu sendiri. Apapun pilihannya, jika dilaksanakan dengan tekad kuat dan semangat yang tinggi akan memperkecil resiko kegagalan, dan membuka peluang kesuksesan berkarier. Ibarat batu keras yang menerima tetesan air secara terus menerus tanpa henti pada akhirnya batu tersebut akan pecah juga. Kapan batu tersebut pecah? Berapa lama batu tersebut akan pecah bergantung pada ketinggian air, tekanan air, debit air dan sebagainya. Dalam konteks ini, bergantung pada minat dan bakat saudara?
2. Menguji minat dan bakat
Minat dan bakat adalah dua hal yang berbeda. Peminat belum tentu Pebakat, sedangkan Pebakat sering tidak ingin menjadi Peminat. Seorang yang meraih kesuksesan sejati, yaitu seseorang yang memiliki bakat sekaligus memiliki minat yang tinggi. Ia memiliki kemampuan untuk mengembangkan bakatnya guna meraih karier yang gemilang.
Sebagai ilustrasi, banyak peminat olah raga sepak bola. Mereka mampu menahan kantuknya dan mengorbankan pekerjaan esok harinya demi sepakbola. Namun hanya sedikit diantaranya yang juga berbakat. Sebaliknya seorang yang memiliki suara emas tetapi tidak berminat menekuni dunia tarik suara, ia tidak dapat memanfaatkan kesempatan menjadi bintang terkenal (superstar). Ternyata bidang akuntanlah yang dipilihnya.
Minat dan bakat adalah penting, tetapi jauh lebih penting adalah minat. Dengan modal minat yang kuat, tantangan dan hambatan apapun dapat diminimalisir. Selanjutnya melalui celah sekecil apapun tantangan dan hambatan tersebut dapat diubah menjadi peluang kesuksesan.
3. Menguji Isi kantong
Isi hati seseorang adalah se-dalam lautan samudera dan tidak ada seorangpun yang tahu pasti. Sebaliknya isi kantong, walau tidak mudah tetapi tidak sesulit mengetahui isi hati seseorang. Isi kantong yang harus dikorbankan para orang tua dapat diperhitungkan sebelum pengambilan keputusan memilih perguruan tinggi.
Sejatinya pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang didukung dana besar. Jadi sudah sewajarnya Pendidikan berkualitas adalah mahal. Sehingga biaya penyelenggaraan perguruan tinggi yang berkualitas-pun menjadi mahal. Jika biaya pendidikan di bebankan seluruhnya kepada para orang tua mahasiswa, maka beban orang tua menjadi berat. Selanjutnya yang terjadi adalah kesempatan pendidikan tinggi kualitas hanya dapat dinikmati bagi orang kaya saja.
Bagi yang memiliki kendala dana, tidak perlu pernah kuatir. Karena tersedia pilihan cerdas untuk dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri/kedinasan atau swasta yang memiliki ciri-ciri sebagai berkut :
  • Memiliki Visi yang tegas menjadi kampus yang berorientasi “Sosial”
  • Memiliki sumber pemasukan yang besar di luar SPP mahasiswa
  • Memiliki akses dana yang kuat (pemerintah dan swasta)
  • Memiliki program Beasiswa
4. Menguji Orientasi dan komitment perguruan tinggi
Perguruan tinggi telah hadir menawarkan berbagai program pendidikan. Perguruan tinggi ternama dan “tak bernama” pun sibuk mempromoskan kampusnya. Ada yang memanfaatkan media televisi, radio, internet, koran, majalah, tabloid, spanduk, poster, pamflet, brosur. Intinya tawaran mereka semuanya, menarik dan menjanjikan.
Selanjutnya para orang tua dan calon mahasiswa menjadi bingung untuk memilih, sehingga ukuran yang paling mudah untuk dijadikan acuan dalam memilih perguruan tinggi adalah kesesuaian kemampuan keuangan orang tua dengan biaya pendidikan (SPP, Sumbangan gedung, kemahasiswaan, dll). Jika hal itu yang dilakukan, maka hal tersebut merupakan kesalahan besar. Seharusnya jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Orientasi dan komitmen perguruan tinggi perlu diuji.
Idealnya, Orientasi perguruan tinggi adalah berorientasi pada penciptaan lulusan yang memiliki keahlian dan kompetensi serta keberanian membuka lapangan kerja daripada penambahan angkatan kerja. Selanjutnya, perhatikan komitmen perguruan tinggi. Perguruan tinggi yang baik seyogyanya memiliki komitmen bahwa mahasiswa adalah subjek bukan objek pendidikan. Dengan berpegang teguh pada komitmen demikian, maka diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan secara efektif, efisien dan sinergis.
5. Menguji program studi (Prodi)
Kesesuaian antara minat dan bakat calon manahsiswa dengan prodi yang akan dipilih merupakan pekerjaan tidak mudah. Sekurang-kurangnya ada tiga hal yang harus diperhatikan: (1) Minat dan bakat, (2) ketersediaan prodi, (3) prospek lulusan prodi. Idealnya suatu pilihan meliputi kesesuaian ketiga hal diatas. Kondisi ideal adalah mahasiswa kuliah pada prodi yang sesuai dengan yang memiliki minat dan bakat, dimana lulusan prodi tersebut dibutuhkan oleh pasar pengguna lulusan.
Kondisi ideal memang sulit diwujudkan. Pada kenyataanya, seringkali yang terjadi hanya merupakan kombinasi sebagian dari beberapa hal tersebut diatas, yaitu kekuatan minat mahasiswa dan prodi yang kualitas. Walaupun demikian tidak perlu kuatir bahwa upaya tersebut apakah dapat mewujudkan prospek lulusan.
Prospek lulusan menjadi sempit jika orientasi lulusan adalah menjadi pekerja. Tetapi prospek berubah dari sempit menjadi luas ketika orientasi bergeser dari seorang pekerja bergeser menjadi wirausaha. Program studi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berbasis kewirausahaan "entrepreneurship""technopreneurship", atau "infopreneurship" adalah perguruan tinggi masa depan dan pantas dijadikan pilihan.
6. Menguji sumberdaya perguruan tinggi
Ketersediaan Fasilitas fisik yang memadai diperlukan guna mendukung proses belajar mengajar efektif, fasilitas yang diperlukan seperti kecukupan ruang kuliah, ruang dosen, ruang laboratorium, studio, ruang unit pelaksana teknis, ruang instalasi, ruang kantor, dan sebagainya adalah penting. Sekarang adalah era informasi, maka yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan sarana pembelajaran yang mengarah pada penyelenggaraan pendidikan berbasis ICT (information and communications technology. Mengingat media internet merupakan sumber perkembangan ilmu pengetahuan dan terapan, maka peranan ICT menjadi syarat terpenting bagaimana mewujudkan keberhasilan proses pembelajaran. Melalui ICT diharapkan perguruan tinggi mampu menjawab kebutuhan pasar pengguna lulusan. Ketersediaan Fasilitas e-learning (kuliah jarak jauh langsung) adalah ciri-ciri perguruan tinggi yang telah memanfaatkan ICT bagi proses belar mengajar.
7. Menguji Status
Ada dua (dua) legalitas minimal setiap program studi selaku penyelenggara pendidikan di perguruan tinggi. Pertama, ijin penyelenggaraan pendidikan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas, dimana ijin penyelenggaraan dapat diperpanjang setiap lima tahun. Kedua, status akreditasi yang di keluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Depdiknas dengan peringkat A, B, C dan tidak terakreditasi. Peringkat menunjukkan tingkat kemampuan proses penyelenggaran tingkat program studi dilihat dari berbagai aspek, seperti: jumlah dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana pendidikan, pembiayaan pendidikan, sistem evaluasi dan sertifikasi, serta manajemen dan proses pendidikan.
Menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 61 ayat 2: “Ijazah diberikan kepada peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi.
Jadi status akreditasi sendiri tidak menjadi bermakna jika orientasi lulusan bukan menjadi pekerja, tetapi menjadi wirausaha yang mandiri. Selembar kertas berupa ijazah bukan untuk melamar pekerjaan semata, tetapi merupakan bukti perserta didik pantas menjadi lulusan perguruan tinggi dengan ciri-ciri lulusan: kritis, kreatif, inovatif, rasional dan berorientasi solusi bukan ilusi.
8. Menguji Keyakinan.
Terakhir, apapun pilihannya harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Ketika pilihan sudah diputuskan pantang mundur ke belakang. Kegagalan diawali ketika munculnya keraguan. Pendidikan kualias adalah mahal dan butuh pengorbanan besar. Pengorbanan adalah investasi, dan investasi pendidikan adalah investasi jangka panjang. Hasil dari investasi pendidikan tidak dengan cepat dapat dirasakan manfaatnya bagi stakeholder.
9. Penutup
Warisan harta yang melimpah kepada anak yang tak berilmu akan habis dalam waktu singkat, tetapi warisan ilmu akan kekal sampai akhir hayat. Anak yang berilmu dapat memelihara harta orang tuanya, bahkan harta tersebut akan tumbuh dan berkembang serta bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia.
Anak bangsa yang berilmu dapat memelihara kekayaan bangsa dan negara. Anak bangsa berilmu adalah SDM yang memiliki daya saing tinggi dan menjadi modal utama kemajuan dan kemadirian bangsa. Bangsa yang mandiri adalah bangsa yang menghargai sejarah dan karya sesama anak bangsa. Dengan demikian kita dapat mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang kuat dan berdaulat.
Bangsa yang kuat harus didukung ekonomi yang kuat. Kedaulatan Ekonomi bangsa menjadi syarat penting kedaulatan bangsa. Melalui kesempatan studi lanjut ke perguruan tinggi diharapkan dapat mewujudkan Indonesia yang mandiri. Tanpa mengecilkan arti anak bangsa yang tidak berkesempatan menikmati belajar di perguruan tinggi, maka kepada lulusan perguruan tinggi, yaitu dokter, guru, insinyur, ekonom, sosiolog, akuntan, peneliti, notaris, apoteker dan profesi lainnya diharapkan dapat berpartisipasi membangun masyarakat peduli produk Indonesia sebagai syarat mewujudkan Indonesia Mandiri ! Ayo, Indonesia bangkit!
Selengkapnya...

Rabu, 15 Agustus 2012

Pelajar Indonesia Borong Penghargaan

Tim International Mathematics Competition dari Indonesia tahun ini mengharumkan bangsa. Untuk International Mathematics Competition for University Students 2012, sebanyak delapan penghargaan berhasil dibawa pulang.

Penghargaan tersebut diraih oleh Raja Oktovin P. Damanik point 43 dari UI (Perak), Ronald Widjojo point 40 dari ITB (Perak), Made Tantrawan point 36 dari UGM (Perak), Satria Stanza P. point 33 dari ITS (Perunggu), Yohanes point 29 dari UPH (Perunggu), Kistosil Fahim point 20 dari ITS (Honorable Mention), Bernanrd Imanuel point 20 dari UI (Honorable Mention), dan Rizky Reza Fauzi point 14 dari UI (Honorable Mention).

Tim Matematika Indonesia yang berasal dari mahasiswa peraih medali dalam Olimpiade Nasional MIPA (ONMIPA) 2012 berpartisipasi dan berprestasi dalam ajang International Mathematics Competition (IMC) Ke- 19 yang digelar di American University, Blageovgrad, Bulgaria.

Kompetisi internasional ini digelar selama tujuh hari, mulai 26 Juli hingga 1 Agustus 2012. International Mathematics Competition (IMC) Ke- 19 ini diikuti oleh peserta IMC (mahasiswa) dari 50 negara. Jenis materi kompetisi adalah Aljabar, Analisis (Real & Complex), Geometri dan Kombinatorics. Semua materi disajikan dalam bahasa Inggris.

Sedangkan, untuk International Mathematics Contest (IMC) 2012 yang digelar Singapura dan diikuti oleh pelajar, Indonesia juga membanggakan. Tim Indonesia berhasil membawa pulang 13 medali emas, 34 perak, 44 perunggu, dan 58 penghargaan Merit.

Tim Indonesia kali ini diperkuat sedikitnya 150 pelajar. Mereka bersaing dengan kontingen dari 10 negara, yaitu China, Hong Kong, India, Korea Selatan, Malaysia, Philipina, Singapura, Taiwan, dan Thailand. Kontes tersebut digelar pada 3 hingga 6 Agustus lalu.

Source: www.inioke.com
Selengkapnya...

Ada Lomba Inovasi Bisnis Pemuda Nih.. Ikut?

Kabar gembira buat kamu entrepreneur muda yang memiliki inovasi bisnis. Kementerian Pemuda dan Olahraga mengadakan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi pemuda untuk berkreatifitas agar memiliki kebanggaan terhadap dunia wirausaha sebagai pilihan utama dalam mewujudkan kemandirian mereka.

Dari semangat tersebut diharapkan akan berdampak pada terciptanya lapangan kerja, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 diharapkan juga bisa menemukan wirausaha muda yang melakukan inovasi bisnis mencakup inovasi dalam produk pertanian yang ramah lingkungan; inovasi dalam produk olahan hasil alam dan inovasi yang berbasis industri kreatif.
Lomba ini bisa diikuti secara perorangan maupun mewakili kelompok, dengan batas usia 16-30 tahun. Peserta juga harus wirausaha yang masih aktif, memiliki kebaruan dalam inovasi bisnis, serta karya inovasi bisnis belum pernah menjadi pemenang pertama, kedua, atau ketiga di tingkat nasional dibuktikan dengan surat pernyataan di atas materai.

Selain itu, bisnis yang dijalankan tidak melanggar norma dan hukum yang berlaku, karya inovasi bisnis adalah milik sendiri/kelompok yang dibuktikan dengan surat pernyataan di atas materai, serta mengisi dan menyerahkan formulir pendaftaran dan format kuesioner.

Pendaftaran peserta dimulai dari tanggal 15 Agustus sampai 24 September 2012. Seleksi berkas 26 September hingga 3 Oktober 2012. Kunjungan Lapangan (Fact finding) akan dilakukan pada tanggal 5-10 Oktober 2012 dan penilaian dewan juri akan dilaksanakan pada 19-21 Oktober 2012, sedangkan pengumuman pemenang pada tanggal 31 Oktober 2012.

Peserta yang berminat agar mengirim berkas lomba kepada Panitia Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012, dengan alamat : Asdep Peningkatan Kreatifitas Pemuda, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jl Gerbang Pemuda No.3 Senayan, Jakarta Pusat 10270.

Keterangan lebih lanjut bisa dilihat di www.kemenpora.go.id atau email ke lombainovasibisnispemuda@kemenpora.go.id, risdiamon@yahoo.com, yane_donk@ymail.com,  songkowirat@yahoo.com.
Selengkapnya...